Berita Kabupaten Kupang

10 Penyuluh dari BBPP Kupang Identifikasi Potensi di Mata Air

10 penyuluh dalam kelompok kunjungan lapangan didampingi tim BBPP Noelbaki Kupang, NTT melakukan observasi lapangan di Desa Mata Air

10 Penyuluh dari BBPP Kupang Identifikasi Potensi di Mata Air
POS KUPANG/EDY HAYON
Kades Mata Air, Benyamin Henuk di area percontohan taman eden skala kecil yang dikembangkan kades Mata Air, Senin (12/3/2018) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I KUPANG------Sebanyak 10 orang penyuluh yang masuk dalam kelompok kunjungan lapangan yang didampingi tim BBPP Noelbaki Kupang, NTT, melakukan observasi lapangan di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Para peserta yang berasal dari beberapa daerah yakni, Alor. Nagekeo, Sumba Tengah, TTS dan Maluku ini selama sepekan berada di desa ini untuk bertatap muka dengan kelompok tani setempat.

Baca: Dandim 1625/Ngada Apresiasi Kerja Petani Di Desa Ngabeo

Baca: Alfred Kaget Ada Razia Gabungan Soal SKKH Di Mbay

Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk, kepada POS KUPANG.COM, Minggu (9/9/2018) menjelaskan, pihaknya pada Sabtu (8/9/2018) siang didatangi rombongan penyuluh oleh tim Widyaswara BBPP Kupang.

Selama ini anggota penyuluh ini melakukan studi di kelas dan selama sepekan disebarkan ke kelompok tani di beberapa desa termasuk Desa Mata Air. Dirinya selain sebagai kepala wilayah juga merupakan ketua kelompok tani sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan BBPP Kupang ini.

"Waktu mereka datang didampingi staf BBPP Kupang dan tim widyaswara. Mereka melaporkan bahwa selama seminggu berada di desa untuk melihat dan berdialog dengan anggota kelompok.

Tim widyaswara yang hadir yakni, Longginus Longi dan Fabianus Keraf, staf BBPP Kupang, Muhammad Awaludin, Heny Dethan, Yohanes Fanggi dan drg. Fajar. Saya waktu dialog saya bilang bahwa silahkan memanfaatkan waktu sebaik mungkin bertemu Kelompok Tani Tunas Baru yang saya pimpin. Saya pesan bahwa kalau turun ke lapangan jangan pakai payung tetapi pakai topi, ini maksudnya bahwa mereka betul-betul beradaptasi dengan petani di lapangan," katanya.

Ditambahkannya, Widyaswara, Longginus Longi memberi pesan agar pihaknya bisa memberikan data yang lengkap terkait identifikasi wilayah dan potensi.

Pasalnya, selesai dari praktek lapangan selama seminggu, para peserta akan pulang ke kelas memberikan laporan mengenai apa yang ditemukan di lapangan. Sebagai Ketua Kelompok Tunas Baru tentu akan membantu memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang menjadi harapan widyaswara itu. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved