Berita Kabupaten TTU

Viktor Laiskodat Tanam Jagung di TTU

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H, M.Si menanam jagung secara simbolis di Desa Nifuboke dan Desa Bijeli Kecamatan Noemuti, TTU.

Viktor Laiskodat Tanam Jagung di TTU
ISTIMEWA
Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat, S.H, M.Si melakukan penanaman jagung secara simbolis di Kabupaten TTU, Sabtu (8/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H, M.Si menanam jagung secara simbolis di Desa Nifuboke dan Desa Bijeli Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU. Jagung yang ditanam adalah jagung varietas Bisi Dua.

Dalam siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM dari Biro Humas Setda NTT, Sabtu (8/9/2018), menyebutkan, Gubernur NTT yang baru dilantik pada Rabu (5/9/2018) itu mulai melakukan kunjungan. Kunjungan itu dilakukan di Kabupaten TTU.

Kegiatan utama Gubernur NTT dalam kunjungan perdana itu adalah melakukan penanaman jagung secara simbolis di Desa Nifuboke dan Desa Bijeli Kecamatan Noemuti.

Baca: Polda Jawa Barat: Korban Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sukabumi 21 Orang

Rombongan Gubernur meninggalkan Kota Kupang pada pukul 06.30 Wita. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, Gubernur diterima oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan disambut dengan sapaan adat Natoni di Gerbang Desa Nifuboke.

Turut menjemput sejumlah siswa sekolah dasar di desa setempat. Penanaman jagung tepada di lokasi Oemanu yang luasnya sekitar 58 hektar.

Setelah penanaman di Oemenu, Nifuboke, Gubernur Viktor melanjutkan ke Desa Bijeli untuk melakukan penanaman jagung yang sama. Di desa ini, jagung yang akan ditanam masyarakat di lahan seluas 10 hektar.

Pada saat itu, Viktor menyampaikan apresiasi atas program perluasan lahan tanam jagung yang dilakukan oleh Bupati TTU tanpa menggunakan dana APBD.

"Kehadiran saya hari ini merupakan bentuk apresiasi atas program yang luar biasa dari Bupati TTU. Ini inovasi yang luar biasa karena sebelumnya ini adalah lahan sawah tadah hujan dan irigasi. Namun karena kurang air maka diubah jadi lahan jagung penggunaan teknologi pertanian sistem tetes," kata Viktor

Dia berharap program ini tidak hanya bersifat sementara tetapi harus berlangsung terus, karena itu dirinya berjanji akan datang lagi untuk mengecek lagi tanaman jagung itu.

"Saya akan datang lagi untuk mengecek hasilnya. Kalau gerakan seperti ini menjadi gerakan pangan seluruh kabupaten/kota di NTT, maka Provinsi ini akan mencapai kedaulatan pangan. NTT bisa bangkit menuju sejahtera.Dan saya akan bekerja all out untuk memastikan hal ini, " katanya.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes saat itu menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih karena TTU menjadi daerah pertama yang dikunjungi Gubernur Viktor setelah dilantik oleh Presiden RI di Istana Negara Jakarta.

"Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi masyarakat TTU. Ini juga memotivasi kami untuk memanfaatkan dan memaksimalkan semua lahan yang ada untuk meningkatkan produksi pertanian," kata Fernandes.

Dia menjelaskan, ide untuk memperluas lahan pertanian dimotivasi oleh gelitikan Gubernur Viktor saat debat pasangan calon Gubernur saat kampanye sebagai calon gubernur.

"Saat itu pak Gubernur mengatakan bukan lahan yang tidur, tetapi orangnya yang tidur. Setelah saya pulang, saya coba berinisiatif untuk melakukan pemanfatan dan perluasan lahan pertanian pada musim kering. Kegiatan ini tidak dibiayai APBD Kabupaten. Masyarakat hanya pinjam traktor dari dinas pertanian untuk balik tanah. Masyarakat hanya siapkan makan untuk operator," jelasnya.

Menurut Fernandes, upaya perluasan lahan pertanian pada musim kering itu merupakan upaya pemanfaatan lahan sawah tadah hujan dengan menanam tanaman holtikultura seperti jagung dan pepaya.

"Untuk mengatasi kekurangan air, maka digunakan teknologi pertanian sistem tetes. Lahan besar tersebut diolah oleh masing-masing warga dengan luas beraneka ragam bergantung kemampuan masing-masing." ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, upaya itu menjadi bagian nyata dalam mendukung Program Padat Karya Pangan (PKP) yang jadi Program unggulan Dinas Pertanian Kabupaten TTU ,selain program Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) periode 2016-2021.

Hadir pada acara ini sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTT, antara lain Kadis Pertanian, Ir. Yohanes Tay Ruba, M.M, Kadis Peternakan , Ir. Dani Suhadi, Kadis Ketahanan Pangan NTT, dr. Yovita Mitak, MPH, Kasat Pol PP, John Hawula, S.H dan Karo Humas, Drs. Semuel Pakereng, M.Si.

Hadir pula pimpinan perangkat daerah Kabupaten TTU, para camat dan kepala desa se-kabupaten TTU, masyarakat petani, pers dan undangan lainnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved