Berita Kabupaten Nagekeo

Petugas Gabungan Razia Kendaraan yang Mengangkut Ternak di Mbay

Para petugas gabungan dari staf Dinas Peternakan, Aparat Kepolisian, TNI dan Sat Pol PP melaksanakan operasi gabungan diwilayah Mbay

Petugas Gabungan Razia Kendaraan yang Mengangkut Ternak di Mbay
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana saat operasi gabungan mengecek SKKH di Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (8/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Para petugas gabungan yang terdiri dari staf Dinas Peternakan, Aparat Kepolisian, TNI dan Sat Pol PP melaksanakan operasi gabungan diwilayah Mbay, Sabtu (8/9/2018).

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka pengawasan terpadu perdagangan ternak antar pulau di Kabupaten Nagekeo.

Pantauan POS-KUPANG.COM, para petugas menyisir dibeberapa tempat seperti pasar Mbay, Kelurahan Danga, pertigaan Dadiwuwu, Kel Lape, pertigaan Mbay dan, desa Nggolombay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Baca: Di Teras Lepo Bispu, Mgr. Kherubim dan Mgr. Edwaldus Sukacita Terima Wagub NTT

Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka, untuk mencegah masuknya beberapa jenis penyakit hewan menular dari daerah tertular ke daerah bebas lintas hewan pada daerah perbatasan atau pintu keluar-masuk hewan di
Kabupaten Nagekeo.

Informasi yang dihimpun POS- KUPANG.COM, saat digelar razia para petugas menanyakan apakah ada surat keterangan kesehatan hewan.

Saat itu ada penyampaian tentang hewan yang keluar masuk Kabupaten Nagekeo harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Selain masyarakat yang menjual, membeli hewan yang akan masuk-keluar dari Kabupaten Nagekeo, harus memiliki, membuat SKKH di Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo.

Hal lain adalah pengecekan hewan yang di muat di atas mobil, apabila masuk-keluar ke dari Kabupaten Nagekeo, harus menunjukan SKKH.

Apabila yang tak memiliki surat, maka saat pemeriksaan di batas Kabupaten maka akan di kenakan sanksi berupa denda, sesuai dengan hewan yang dibawa.

Administrasi pembuatan surat keterangan kesehatan hewan diantaranya, hewan besar seperti sapi, kerbau, 15.000 rupiah per ekor, hewan kecil seperti, kambing, anjing, domba, babi :10.000 rupiah per ekor, hewan unggas seperti, ayam, bebek 200 rupiah per ekor.

Hal ini dilakukan sesuai dengan keputusan bupati nagekep nomor/230/KEP/HK/2018 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Lalu Lintas Hewan Antar Pulau dan Daerah.

Beberapa warga kepada POS KUPANG.COM, di Pasar Danga mengatakan, sangat senang dengan adanya kegiatan penertiban itu. Sehingga tidak ada kendala ketika saat menghantar hewan saat melintasi kabupaten lain.

Mereka merasa terbantu dengan kegiatan pembuatan SKKH, kerena hewan yang mereka jual, beli yang akan di bawa keluar daerah pulau, tidak terhambat di jalan dan bisa sampai ke tujuan.

"Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Kami tidak susah saat mau kirim ayam ke kabupaten lain karena kami ada surat resmi dari dinas Peternakan," ujar Abrius W. Arnoldus.

Pedagang lainnya, Stefanus, mengatakan, pihak dinas sebaiknya rutin melaksanakan giat seperti ini agar semuanya tertib.

"Harus rutin kalau tidak sama saja. Lebih baik rutin dan harus tegas, ikut aturan yang sudah dikeluarkan Bupati," ujar Stefanus.

Instansi yang terlibat dalam operasi tersebut diantaranya, anggota TNI, 4 orang, Polri 4 orang, Pol PP 4 orang, Kasiops- Jhon Kasa, Dinas peternakan kabupaten nagekeo, 10 orang, Kabid Keswan (kesehatan hewan), kesmavet (kesehatan masyarakat veterine), pengolahan dan pemasaran, dokter Fransiskus X.P.G Bethana.

Kegiatan operasi selesai pukul 13.00 Wita. Kegiatan berjalan aman dan lancar. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help