Opini Pos Kupang

Viktor Laiskodat: Amos Dari dan Untuk NTT

Terus terang, saya tidak terlalu mengenal secara dekat sosok Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur

Viktor Laiskodat: Amos Dari dan Untuk NTT
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). 

Apakah kehadiran kedua sosok ini hanya dapat dilihat dan dibaca sebagai sebuah kebetulan sejarah semata? Paul Budi menerima tugas mahaberat memimpin SVD sejagat ini pada masa ketika hampir sepertiga anggota SVD di dunia adalah putra-putra NTT.

Maka, kita mesti membaca juga bahwa bagi Paul Budi, terpilihnya dia memimpin SVD sejagat adalah juga dan terutama adalah rahmat sejarah. Rahmat turun di NTT dalam diri orang NTT yang menembus batas negara.

Hal yang sama juga dapat kita katakan tentang kehadiran Viktor. Kita ingat Viktor pernah muncul di atas panggung kontestasi Pemilihan Gubernur NTT tahun 2003 lalu. Ketika itu Viktor berpasangan dengan Drs. Simon Hayon dan kalah satu suara dari pasangan Piet A Tallo-Frans Lebu Raya ketika gubernur-wakil gubernur masih dipilih oleh wakil rakyat (DPRD).

Setelah itu selama dua periode Pilgub NTT Viktor tidak tampil. Tetapi dia menampilkan diri sebagai wakil rakyat NTT di DPR RI. Barulah pada Pilgub NTT 2018 Viktor muncul kembali dan terpilih. Apakah munculnya Viktor sebagai gubernur terpilih di tahun 2018 ini juga merupakan kebetulan sejarah semata?

Baca: RM BTS Terlihat Makin Keren Dalam Video Di Belakang Layar ini. Bagaimana Menurutmu?

Sama seperti Paul Budi, munculnya Viktor di panggung Pilgub NTT juga mesti bisa dibaca lebih dari sekadar kebetulan sejarah. Kehadirannya bisa dilihat dan dibaca sebagai rahmat sejarah ketika warga NTT dalam hampir semua sektor kalah dengan provinsi lain.

Desain program dan tekad Viktor membangun NTT lima tahun ke depan adalah alasan kuat bagi kita untuk membaca kehadiran Viktor dalam frame yang sama seperti ketika kita membaca kehadiran Paul Budi. Bahwa dari bumi NTT, dari rahim NTT, dari Nusa Flobamora telah muncul dua anak tanah yang membawa harapan baru, meniupkan spirit baru: membangun negeri ini.

Keunggulan

Tentu kedua sosok ini punya keunggulan masing-masing hingga terpilih dan mendorong kita membacanya sebagai rahmat sejarah.

Paul Budi ketika diminta menyebut keunggulannya sehingga layak dipilih menjadi Superior General SVD pada saat proses pemilihan mengatakan, "Saya mempunyai keunggulan untuk mendengar." Ini proklamasi atau pernyataan seorang pemimpin yang rendah hati meskipun sangat boleh jadi apa yang didengarnya itu bukan hal baru lagi di telinganya. Mendengar di sini adalah listen, bukan hanya hear. Mendengar dengan penuh keterlibatan, bukan sekadar menangkap suara yang lewat. Pemimpin yang mampu dan bisa mendengar seperti ini sudah mulai jarang terlihat.

Kalau mendengar menjadi keunggulan Paul Budi, maka keunggulan Viktor adalah karakternya yang kuat. Karakter ini adalah modal sosial yang luar biasa penting untuk memimpin sebuah organisasi seperti pemerintahan. Latar belakang dan titian riwayat perjalanan Viktor yang penuh lika, liku dan luka ibarat pupuk yang membesarkan Viktor dengan karakter seperti yang kita kenal sekarang.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved