Berita NTT

Tuntutan Itu Sesuatu yang Wajar! Tapi Yakinlah di Polda Terang Benderang

tuntutan adalah sesuatu yang wajar, semua orang jika ditinggalkan orang yang dikasihi apalagi dengan cara yang tak lazim memang berat

Tuntutan Itu Sesuatu yang Wajar! Tapi Yakinlah di Polda Terang Benderang
pos kupang.com, ryan nong
Para frater yang tergabung dalam Forum Peduli Kemanusiaan berjabat tangan dengan Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho usai aski damai Forum Peduli Kemanusiaan di Mapolda NTT, Jumat (7/9/2018) sore. 

“Kita jelasin, pernyataan penyidik itu tanggung jawabnya saya sebagai Kapolres. Polsek nangani tanggungjawabnya Polres mengawasi, Polres bekerja pun Polda mengawasi. Dan ini semua sudah jalan. Jadi dalam waktu dekat kita perlu gelarka di Polda, tetapi yakinlah kita transparan,” tutupnya.

Ssebelumnya diberitakan, sedikitnya seribu orang rohaniwan yang terdiri dari pastor, frater dan suster bersama keluarga almarhum Charly Sowo, Jumad (7/9/2018) siang mendatangi Mapolda NTT. Mereka tergabung dalam Forum Peduli Kemanusiaan yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, biarawan Karmel Indonesia (OCD), alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang, OCDS Indonesia, Sahabat Karmel OCD Indonesia, Orang Muda Katolik, Keluarga Eks-OCD Indonesia, Persatuan Mahasiswa Ngada dan Nagekeo, Ikatan Religius Keuskupan Agung Kupang (IRKAK), Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kupang serta Masyarakat Peduli Kebenaran.

Mereka datang untuk melakukan aksi damai dan bertemu Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman, untuk menyampaikan sikap terkait kasus kematian yang menimpa Charly Sowo, mahasiswa Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang beberapa waktu lalu.

Mereka tiba di depan Mapolda sekira pukul 15.00 Wita setelah sebelumnya melakukan long march dari depan Kantor Gubernur NTT di jalan El Tari Kota Kupang.

Dengan mengenakan jubah warna putih dan cokelat, mereka dengan tertib menunggu di depan gerbang Mapolda untuk bertemu Kapolda NTT. 

Setelah melakukan dialog dengan Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho yang menerima massa aksi di depan pintu gerbang beserta jajarannya, penanggungjawab aksi Rm. pun menyepakati untuk mengirimkan dua puluh orang perwakilan untuk berdialog dengan pihak kepolisian di ruangan intel Polda NTT. Massa aksi yang lain tetap melakukan aksi di halaman dalam Mapolda NTT. 

Sebelum melakukan dialog dengan pihak kepolisian, terlebih dahulu massa melakukan aksi simpati dengan menyalakan lilin, membacakan puisi, menyanyikan lagu requem serta memanjatkan doa bersama. 

Dua orang frater secara bergantian membacakan puisi, dan diikuti oleh pembacaan surat pernyataan keprihatinan dari keluarga atas kasus kematian yang menimpa Charly Sowo, oleh paman almarhum, Yakobus Sowo. 

Setelah pembacaan keprihatinan keluarga, penanggung jawab aksi Romo Hironimus Pakaenoni Pr kembali membacakan enam poin tuntutan dan satu permintaan kepada Kapolda NTT atas kasus yang menimpa Charly Sowo

"Pertama, menuntut Kapolda NTT untuk segera mengambil alih kasus kematian Carolino Agustino Sowo yang saat ini ditangani oleh Polsek Kelapa Lima Polres Kota Kupang. Kedua, menuntut Kapolda NTT agar segera membentuk tim investigasi khusus agar dapat mengungkap dan menangkap pelaku-pelaku kasus pembunuhan terhadap Carolino Agustino Sowo. Ketiga, menuntut Kapolda NTT untuk segera melindungi para saksi yang akan bersaksi. Keempat, menuntut Kapolda NTT supaya secara terbuka dan segera, mengumumkan hasil investigasi kasus kematian Carolino Agustino Sowo," bacanya.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved