Berita Labuan Bajo

Pemkab Mabar Belum Terima Informasi Jumlah Tamu IMF yang Berwisata ke Labuan Bajo

Pemkab Manggarai Barat belum menerima informasi pasti berapa sebenarnya jumlah tamu IMF yang akan berwisata ke Labuan Bajo

Pemkab Mabar Belum Terima Informasi Jumlah Tamu IMF yang Berwisata ke Labuan Bajo
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Pemandangan dari Ciao Labuan Bajo, Kamis (26/7/2018). 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), belum menerima informasi pasti berapa sebenarnya jumlah IMF'>tamu IMF yang akan berwisata ke Labuan Bajo setelah pertemuan di Bali pada Oktober 2018 nanti.

Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, menyampaikan itu saat dikonfirmasi POS--KUPANG.COM pada Hari Jumat (7/9/2018) tentang jumlah tamu IMF yang akan ke Labuan Bajo.

Baca: 311 Atlet Kota Kupang Siap Tampil di ajang PORProv NTT

Baca: Dituntut 10 Tahun Penjara! Marianus Sae Minta Hakim Beri Keringanan Hukuman

“Belum ada laporan yang kami terima tentang jumlah IMF'>tamu IMF yang akan berkunjung ke Labuan Bajo,” kata Agustinus.

Walaupun begitu kata dia, pihaknya sudah mulai melakukan persiapan untuk menerima kedatangan para tamu penting tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Mabar berharap agar Pemerintah Pusat (Pempus) menyiapkan kapal untuk antisipasi padatnya semua kamar hotel di Labuan Bajo, saat kunjungan IMF'>tamu IMF yang berwisata ke Labuan Bajo setelah pertemuan di Bali, Oktober 2018.

Kamar-kamar dalam kapal tersebut atau ruangan lain yang representatif akan digunakan untuk tempat penginapan sejumlah IMF'>tamu IMF yang tidak bisa ditampung di hotel-hotel di Labuan Bajo.

“Kalau terkait antisipasi menggunakan kapal, itu ditangani oleh Pemerintah Pusat. Memang harus siapkan kapal. Kalau tidak, mau tidur di mana tamu yang datang bila kamar hotel padat. Saya harapkan Pemerintah Pusat mengantisipasinya menggunakan kapal tersebut,” kata Agustinus.

Disampaikannya bahwa jumlah kamar hotel di Labuan Bajo saat ini tidak sampai seribu unit. Pihaknya juga kata dia tetap menggunakan home stay, hotel-hotel kelas melati dan kos-kosan.

“Kami wajib siapkan kamar hotel sampai home stay. Kalau padat maka itu yang perlu diantisipasi,” kata Agustinus.

Rumah-rumah warga yang bisa digunakan untuk para tamu juga kata dia, akan dipakai untuk para IMF'>tamu IMF bila hotel dan kapal penuh.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved