Berita Pendidikan

Kuliah Umum di Stikes St. Paulues Ruteng, Tenaga Kesehatan Bisa Buka Praktik Mandiri

Stikes St. Paulus Ruteng mengawali Tahun Ajaran Baru (TAB) 2018/2019 dengan kuliah umum di Aula Missio, Senin (3/9/2018).

Kuliah Umum di Stikes St. Paulues Ruteng, Tenaga Kesehatan Bisa Buka Praktik Mandiri
Aris Ninu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM|RUTENG - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) St. Paulus Ruteng mengawali Tahun Ajaran Baru (TAB) 2018/2019 dengan kuliah umum di Aula Missio, Senin (3/9/2018). Hadir sebagai nara sumber utama Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH.

Bupati Kamelus mengangkat pendidikan karakter sebagai isu global yang telah menjangkau secara lokal. Kamelus menekankan pentingnya pendidikan karakter karena pendidikan karakter adalah cara terbaik membentuk pribadi yang baik.

"Pendidikan karakter adalah proses. Proses pembentukan karakter lebih banyak dari kenyataan hidup yang kita jumpai. Saya harap mahasiswa lebih peka terhadap situasi yang dialami. Dan, perguruan tinggi harus dibangun di atas pribadi yang berkarakter," katanya.

Baca: Promo Tambah Daya Diminati Konsumen Listrik di Sikka

Menurut Kamelus, karakter adalah merek pada setiap pribadi manusia. Mahasiswa Stikes St. Paulus Ruteng hendaknya bisa mengolah persoalan atau hambatan dalam hidupnya baik di kampus, di rumah dan di lingkungan sekitar. "Dengan kemampuan mengelolah hambatan atau rintangan memberikan pelajaran bagi diri untuk lebih tangguh dan ulet," katanya.

Kamelus menjabarkan tentang nilai-nilai luhur yang melekat dalam pribadi setiap orang untuk olah pikir, olah hati, olah raga, dan olah rasa atau karsa. Kamelus Deno mengatakan, pendidikan sebetulnya lahir dari nilai mengolah pikir. Olah pikir dalam setiap pribadi mencakup pribadi yang cerdas, kritis, kreatif, berpikir terbuka dan produktif.

Baca: Bersiap-siaplah, Pendaftaran CPNS Dibuka 19 September 2018

"Mengapa pendidikan karakter dikaitkan dengan budaya? Berbicara tentang budaya berarti berbicara tentang proses pembelajaran. Dalam kebudayaan terdapat proses pendidikan. Mengapa kita berbicara tentang karakter yang berbasis budaya, karena beberapa unsur penting dalam budaya terdapat suatu proses belajar, " kata Kamelus Deno.

Dia menambahkan nilai-nilai bertumbuh dalam sebuah proses sejarah. Karena budaya sebagai suatu proses belajar maka harus berkembang secara terus-menerus.
Mantan wakil bupati Manggarai itu menjelaskan peran perguruan tinggi dalam proses pembentukan karakter melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Kamelus, dalam pendidikan tinggi harus menampilkan nuansa pendidikan karakter yang berkelanjutan.

Kamelus menekankan pendidikan tinggi harus menampilkan kejujuran akademik. Artinya, setiap penulisan ilmiah harus jujur, termasuk penggunaan sumber ilmiah.
Kuliah umum di Stikes St. Paulus Ruteng semakin seru ketika sesi diskusi yang dipandu moderator, Ns. Lidwina Dewiyanti Wea, S.Kep, M.Kep.

Baca: Ini Yang Dilakukan Gegeders Nagekeo di SDN Keliwatuwea

Mahasiswa Semester V Program Studi D-III Kebidanan, Elvi Jedia, menanyakan tentang karakter diri yang peduli. Bagaimana kepedulian pemerintah daerah terhadap para lulusan yang belum memiliki lapangan kerja di Manggarai.
Elvi mengatakan, ketiadaan lapangan kerja dapat membunuh karakter pribadi para lulusan dari perguruan tinggi.

Bupati Kamelus pada kesempatan tersebut, mengatakan pentingnya mengubah persepsi tentang kerja. Kerja tidak selamanya harus pada instansi tertentu, tetapi menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. "Alumnus tenaga kesehatan bisa mencoba membuat praktik mandiri di kampung-kampung. Karena dengan itu, kalian bisa mengaktualisasikan teori yang telah kamu peroleh," ujarnya. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved