kabupaten tts

Jemput Bola Layani Penyandang Distabilitas dan Masyarakat Keterbelakangan Mental

khusus bagi lansia penyandang cacat fisik dan masyarakat yang mengalami keterbelakangan mental, Disdukcapil lakukan pelayanan

Jemput Bola Layani Penyandang Distabilitas dan Masyarakat Keterbelakangan Mental
POS KUPANG.COM/DION KOTA
Petugas Disdukcapil Kabupaten TTS sedang melakukan pelayanan kepada lansia yang cacat lanjut di rumahnya. 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) Kabupaten TTS terus berkerja guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang dilakukan guna meningkatkan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan adalah dengan melakukan pelayanan jemput bola ke desa-desa.

Selain itu, khusus bagi lansia penyandang cacat fisik dan masyarakat yang mengalami keterbelakangan mental, Disdukcapil melakukan pelayanan door to door.

Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Disdukcapil untuk menjangkau masyarakat yang karena keterbatasan fisik dan mental tidak mampu menjangkau kantor pelayanan publik dalam hal ini kantor Disdukcapil.

Kepada Pos Kupang, Jumat ( 7/9/2018) di ruang kerjanya, Kepala Disdukcapil Kabupaten TTS, Samuel Fallo mengatakan, dalam pekan ini sudah 27 lansia dengan cacat fisik dan keterbelakangan mental di Desa Oebelo, Polo dan Bena yang mendapatkan pelayanan pembuatan e-KTP langsung di rumah masing-masing.

Hal ini dilakukan setelah pihak Disdukcapil mendapatkan laporan dari kepala desa, adanya kaum lansia yang mengalami cacat fisik dan masyarakat yang mengalami keterbelakangan mental yang belum memiliki e-KTP. Setelah mendapat laporan tersebut, Disdukcapil langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pelayanan dari rumah ke rumah.

" Kita dapat laporan dari Kepala Desa Oebelo, Polo dan Bena jika ada warganya yang sudah lansia dan mengalami cacat fisik dan mental yang membutuhkan pelayanan e-KTP. Setelah kita lakukan koordinasi, petugas kami langsung turun guna melakukan pelayanan perekaman e-KTP di rumah para lansia penyandang cacat fisik dan mental tersebut. Nantinya usai dicetak e-KTP nya, petugas kami akan melakukan pendistribusian melalui kepala desa setempat," ungkap Samuel.

Terkait program jemput bola lanjut Samuel, dari target 60 desa yang canangkan tahun ini, hingga awal September sudah 36 desa yang mendapatkan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan melalui program jemput bola.

Melalui program jemput bola, selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat juga sangat efektif meningkat kesadaran masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

Pasalnya, selain melakukan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan, petugas Disdukcapil juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya dokumen kependudukan.

" Dalam tahun ini, hingga awal September ini sudah 16.675 keping e-KTP yang sudah kami cetak. Saat ini juga sudah ada 4000 lebih pemohon e-KTP yang sudah melakukan perekaman dan siap kita cetak. Sedangkan blanko kita hanya tersisa 3000 blanko. Kita akan segera berkoordinasi dengan Dirjen Dukcapil agar bisa memberikan tambahan blanko," jelasnya.

Saat ini, UPTD Di Kecamatan Kota Soe Mollo Utara dan Amanban Tengah sudah bisa melakukan pelayanan perekaman e-KTP. Oleh sebab itu, Samuel menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan UPTD di tiga kecamatan tersebut untuk melakukan perekaman e-KTP.

Nantinya, e- KTP tetap akan dicetak di kantor Disdukcapil dan dikirimkan ke UPTD sehingga masyarakat bisa mengambil e-KTP nya di UPTD tanpa harus mendapati kantor Disdukcapil.

" Cukup bawa kartu keluarga asli petugas kami di UPTD akan melayani pembuatan kartu keluarga dan e-KTP. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke kantor Disdukcapil. Ini juga merupakan salah satu kiat kita guna mengurai antrean di Kantor Disdukcapil, " pungkasnya. ( *)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved