Begini Tanggapan Direktur Padma Indonesia Mengenai Moratorium Pengiriman TKI asal NTT

Pertama, mengingatkan Gubernur NTT agar tidak terburu-buru melakukan moratorium tanpa melakukan evaluasi

Begini Tanggapan Direktur Padma Indonesia Mengenai Moratorium Pengiriman TKI asal NTT
Ilustrasi

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Direktur Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa menanggapi pernyataan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dalam pernyataannya di Harian Media Indonesia, Jumat,7 September 2018 halaman 11, Gubernur Laiskoda menegaskan di hari pertama berkantor ia akan melakukan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT.

Terhadap rencana tersebut, Direktur Padma menyampaikan empat poin.

Baca: Cocokkah Ahok dengan Bripda PND? Simak Yuk dari Zodiak Asmara Mereka!

Pertama, mengingatkan Gubernur NTT agar tidak terburu-buru melakukan moratorium tanpa melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebijakan Pemprov NTT dalam mempersiapkan SDM NTT yang akan menjadi pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

Menurut Gabriel Goa, justru kebijakan melakukan moratorium TKI akan menyuburkan praktik perdagangan orang di NTT. Fakta membuktikan Moratorium TKI ke Arab Saudi oleh Menaker justru menyuburkan mafiaosi perdagangan orang ke Arab Saudi melalui jalur umroh.

"Selain itu di TTU moratorium tenaga kerja ke luar negeri oleh Bupati TTU justru menyuburkan mafiaosi perdagangan orang di TTU karena tidak melalui jalur legal karena moratorium tetapi memilih jalur ilegal," katanya.

Baca: 10 Judul Drakor 2018 yang Dibintangi Idol KPop Alias Anak Boyband, Ada Park Seo Joon

Kedua, Padma mendesak Gubernur NTT untuk segera membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Standar Internasional dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Tambolaka untuk layani TKI asal Pulau Sumba.

Di Kupang untuk layani TKI asal Pulau Timor, Semau, Rote Ndao dan Sabu Raijua dan di Maumere untuk layani TKI asal Flores, Palue, Solor, Adonara, Lembata dan Alor!

Ketiga, Padma mendesak Gubernur NTT segera tertibkan Mafiosi HGU berkedok investasi garam di NTT yang tidak pernah membangun malahan.merampok hak-hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat adat Flobamora.

"Keempat, Padma mendesak Gubernur NTT segera bangun industri-industri di NTT agar terbuka lapangan pekerjaan.serta mencegah perdagangan orang," demikian Gabriel Goa. (*)

Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved