Berita Ekonomi Bisnis

Peternak Ayam Petelur di Lembata Sulit Cari Dedak Padi

Dedak padi dibutuhkan peternak ayam petelur sebagai pakan. Namun di Lembata, dedak padi sulit diperoleh

Peternak Ayam Petelur di Lembata Sulit Cari Dedak Padi
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Riswandi sedang memilih telur ayam di dalam kandang, Rabu (5/9/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM |LEWOLEBA- Peternak ayam petelur di Lembata mengeluh karena sulit mendapatkan dedak padi padahal itu merupakan pakan ternak. Akibatnnya harga dedak padi lebih tinggi daripada jagung pipilan.

Keluhan ini disampaikan Riswandi Apelabi di Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kabupaten Lembata, Rabu (5/9/2018).

Menurutnya, peternak ayam petelur sulit mendapatkan dedak padi. Padahal dedak merupakan pakan ayam.

Lantaran sulitnya mendapatkan dedak maka harganya tinggi. Satu kilogram dedak padi Rp 4.000-Rp 5.000 sementara harga jagung Rp 3.500/kg.

Riswandi beternak ayam petelur itu sejak beberapa tahun lalu. Awalnya Riswand beternak ayam pedaging. Perputaran usaha itu berjalan baik karena kebutuhan akan ayam pedaging relatif tinggi.

Akan tetapi, usaha itu ditinggalkan karena persaingan meningkat. Dia beralih menjadi peternak ayam petelur.

Dia mengaku kesulitan modal untuk pengembangan usaha. "Kami sudah bekerja keras untuk mengembangkan usaha yang ada. Tapi sampai sekarang kami belum bisa mewujudkan itu," ujarnya.

Menurutnya, persediaan telur di tempat usahanya tersebut terbatas sementara permintaan tinggi. Saat ini, ia memelihara sekitar 400 ekor ayam petelur.

Sebanyak 176 ekor masih bertelur sedangkan sisanya baru mulai memasuki masa produksi. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help