Berita Kota Kupang

PDAM Kota Kupang Butuh Sumber Air Terproduksi yang Baru

Melihat keseluruhan pelayanan di Kota Kupang saat ini, pihak PDAM Kota Kupang membutuhkan sumber air terproduksi yang baru.

PDAM Kota Kupang Butuh Sumber Air Terproduksi yang Baru
pos kupang.com, maria ae toda
PJS Direktur PDAM Kota Kupang Romy Seran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM|KUPANG- Melihat keseluruhan pelayanan di Kota Kupang saat ini, pihak PDAM Kota Kupang membutuhkan sumber air terproduksi yang baru. Hal ini diungkapkan PJS Direktur PDAM Kota Kupang Marius. R. Seran saat ditemui di Balaikota Kupang Rabu (5/9/2018).

Baca: Tersangka PNPM Mandiri Kota Baru Menang Praperadilan atas Kejari Ende

Menurut Romy jika dilihat dari debit air di sumber air terproduksi yang saat digunakan masih cukup. Tetapi secara keseluruhan pelayanan Kota Kupang pihaknya membutuhkan sumber air terproduksi yang baru dari yang saat ini dimilki. " Sumber air di Kota Kupang ini banyak tapi yang terproduksi untuk pelayanan kepada masyarakat terbatas. Untuk kalau bicara mengenai cakupan layanan kita butuh sumber air produksi yang baru," ujar Romy.

Saat ini lanjut Romy, sumber air terproduksi yang ada berjumlah 14 yang terdiri dari sumur bor berjumlah 12 dan juga air permukaan yang berjumlah dua yaitu di Kali Dendeng dan juga Air Oeba.

Pemenuhan pokok air masyarakat Kota Kupang per bulan mencapai 15 meter kubik. Untuk itu pihaknya sudah memiliki rencana dan bahkan sudah melakukan identifikasi di beberapa sumber air permukaan abik air kali maupun mata air yang memungkinkan untuk dipakai.

Ia mengatakan salah satu yang diidentifikasi adalah sumber air di Kolhua. " Kami sudah melakukan survei pada bulan April, tapi ada informasi bahwa saat musim panas dia turun tapi kita mau lihat kalau bulan September ini kalau memang penurunanya tidak siginifikan bisa kita pakai," lanjutnya

Selain itu sumber air lainnya terdapat di UKAW dimana terdapat sumber air besar bisa dipakai untuk pelayanan. Tetapi diakui Romy belum ada pembicaraan formal mengenai sumber air ini. Pihaknya baru melakukan diskusi secara informal. Selain itu pihaknya juga harus mengidentifikasi lebih lanjut sumber air tersebut mulai dari penetaan hingga orientasi pelayanannya.

" Kita juga butuh anggaran yang besar baik untuk transmisi maupun distribusi. Sehingga kita identifikasi dulu orientasi pelayanannya kemana nanti," pungkasnya. (ff)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help