Berita Kota Kupang

NTT Masih Punya Peluang Meraih Posisi Puncak Tenaga OP Irigasi Teladan Nasional

Mungkin ada inovasi dan lain-kain. Bisa saja bergeser. Kalau bagus, posisi kemarin bisa naik.

NTT Masih Punya Peluang Meraih Posisi Puncak Tenaga OP Irigasi Teladan Nasional
POS KUPANG/Adiana Ahmad
Ketua Tim Juri Pengamat Irigasi, Ir. Djito, Sp1. 

Laporan Reporter Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS- KUPANG.COM|KUPANG--Pengamat Irigasi dan Petugas Pintu Irigasi yang pada pemaparan materi lomba Petugas OO Teladan Nasional sebulan lalu menempati urutan kedua dan ketiga masih memiliki kesemlatan meraih posisi puncak. Kemungkinan itu bisa saja terjadi jika penilaian lapangan menunjukkan kesesuain dengan materi yang disampaikan dalam presentase di Hotel Swissbelin Kristal Kupang buan lalu.

Demikian dikatakan Ketua Tim Juri untuk Pengamat Irigasi Teladan Nasional, Ir. Djito, Sp1 ketika ditemui di Hotel Swissbelin Kristal Kupang, Selasa (4/9/2018).

Djito mengatakan, penilaian menuju pemilihan petugas OP (operasi dan pemeliharaan) Teladan Tingkat Nasional masih berlanjut pada penilaian lapangan. "Bobot terbesar pada penilaian di lapangan. Kalau sarasehan bobotnya cuma 40 persen. Sedangkan penilaian lapangan 60 persen. sarasehan yang dinilai hanya performans orangnya, pemahaman terhadap tupoksi. Sedangkan 60 persen ditentukan di lapangan," kata Djito.

Penilaian lapangan, katanya, untuk mengecek kesesuaian dengan apa yang disampaikan dalam sarasehan.

" Mengecek fisiknya karena di paparan tidak diperlihatkan fisiknya seperti apa. Mungkin ada inovasi dan lain-kain. Bisa saja bergeser. Kalau bagus, posisi kemarin bisa naik. Tapi daerah lain belum kita cek," jelas Djito.

Djito mengungkapkan, untuk NTT dari hasil pengecekan lapangan, diperoleh data relatif sama dengan apa yang dipaparkan dalam sarasehan.

Ia mengatakan, NTT memiliki nilai tambah dibandingkan daerah lain karena daerah kering tapi mampu mengelola air dengan baik.

"Di sini sumber air kecil memang Tilongsaja sumber airnya dari waduk . Jadi ada nilai lebih.karena ketersediaan air menjadi lebih terjamin. Bisa saja naik level. Tapi khan yang lain belum diketahui," ungkap Djito.

Ia mengatakan, dalam penilaian lomba petugas OP Irigasi Teladan Nasional dibagi dalam dua kategori, Barat dan Timur. Masing-masing kategori tiga peserta.

Wilayah Timur terdiri dari NTT, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, sedangkan wilayah Barat terdiri dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kategori Indonesia Timur, penilaian dimulai dari NTT. Ada enam juri yang terlibat dalam penilaian lapangan kali ini. Tiga juri untuk menilai juru irigasi dengan lokasi di Bena, Kabupaten TTS dan tiga juri menilai pengamat dengan lokasi di Bendungan Tilong, Kabupaten Kupang.

Enam dewan juri tetsebut terdiri dari; DR. Ir. Syamsudin Mansoer, Dipl.HE, Rizal Siregar, Msc, Ir. Djito, SP 1, Hastina Zulkarnaen, ME, Paino, ST, MSi, dan H. Kasno, ST. Msi.

Dijelaskan Djito, hasil penilaian lapangan akan dimasukan dalam kotak terkunci. Kotak itu dibawa ke daerah-daerah yang dinilai. Kotak akan dibuka pada pertengahan November di Jakarta.

"Kita juga mengundang perwakilan dari masing-masing provinsi untuk menghadiri pembukaan kotak nilai. Pemenang diumumkan tanggal 3 Desember 2018 di Jakarta oleh Menteri PU PR betaamaan dengan Hari Kebaktian PU / Ulang Tahun PU," tutup Djito. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved