Berita Regional

Kapal Tak Berlayar karena Badai, Warga Sakit di Enggano Meninggal

Lamtorang Siburian (52) warga Desa Meok, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, meninggal dunia karena sakit

Kapal Tak Berlayar karena Badai, Warga Sakit di Enggano Meninggal
(Shutterstock)
Ilustrasi tewas. 

POS-KUPANG.COM | BENGKULU - Lamtorang Siburian (52) warga Desa Meok, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

Lamtorang menderita sakit lambung. Ia tak dapat dirujuk ke rumah sakit di Kota Bengkulu akibat kapal feri tak dapat berlayar karena badai. Lamtorang meninggal pada 1 September 2018.

Sebelumnya, ia sempat dirawat inap di Rumah Sakit di Pulau Enggano. Namun rumah sakit setempat harus merujuk Lamtorang untuk berobat ke Kota Bengkulu.

Baca: Pulang Melayat, Guru di Sabu Raijua Ini Minum Racun Serangga, Ini Akibatnya

Pasien kemudian diantar menggunakan kapal feri. Namun badai melanda perairan Enggano, sehingga kapal kembali merapat ke dermaga.

"Akibat badai, bapak tidak dapat dirujuk ke rumah sakit di Kota Bengkulu akhirnya meninggal Subuh," ujar Enjeli Siburian, anak Lamtorang.

Kasus meninggalnya warga sakit di Pulau Enggano karena kapal tak dapat berlayar akibat badai, sering terjadi.

Enjeli pun berharap, pemerintah menyediakan transportasi yang memadai untuk pasien sakit. "Sebelumnya ada pesawat perintis. Sekarang pesawat tidak ada lagi," tambah Enjeli.

Kasus serupa pernah terjadi menimpa Ramaldi Kaahoa, warga Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Ramaldi terbaring selama tiga pekan. Ia tak dapat dirujuk ke Kota Bengkulu karena kapal laut sedang diperbaiki. Ia pun akhirnya tutup usia, Kamis (2/3/2017).

Kepala suku Kaitora di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, Rafly Kaitora mengatakan, kasus seperti ini sering dialami warga Enggano.

Ia berharap pemerintah memiliki kesiapan untuk menyediakan transportasi khusus untuk warga yang sakit parah.

Pulau Enggano merupakan sebuah wilayah di tengah Samudera Hindia di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Pulau ini didiami 4.000 jiwa penduduk. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved