Opini Pos Kupang

Faktor Kunci Keberhasilan Gubernur Terpilih

Setiap pemimpin terpilih tentu mempunyai ambisi dan cita-cita untuk membuat yang terbaik bagi rakyat dan daerahnya.

Faktor Kunci Keberhasilan Gubernur Terpilih
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). 

III. Cermat dan tepat memetakan masalah prioritas rakyat dan daerah. NTT sudah terlanjur terpuruk sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Pendapatan per kapita hanya Rp 343.396 per bulan menurut survei sosial ekonomi Maret 2017.

Pendapatan rakyat tersebut tidak sampai $ 2 US per hari, berarti masih di bawah garis kemiskinan. Karena itu, gubernur perlu secara tepat memetakan masalah pokok yang membuat rakyat menderita dan daerah terbelakang.

Menurut penulis, penyebab utama kemiskinan karena `miskin perhatian pemerintah pada sektor pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan) selama 25 tahun terakhir. Padahal kenyataan membuktikan bahwa di masa lalu banyak anak bisa bersekolah, banyak pengusaha bisa berkembang karena hasil pertanian.

Saat ini yang paling banyak menderita kemiskinan adalah para petani subsisten di desa-desa. Karena itu beralasan kalau perhatian utama diarahkan ke sektor pertanian dan para petani.

IV. Memerintah dan memilih (to govern is to choose). Waktu lima tahun nampaknya lama, tetapi sebenarnya singkat kalau mau sibuk berbuat baik, benar, banyak dan bermutu untuk rakyat. Karena itu pemerintah perlu realistis dalam menentapkan program-program kerja.

Ambisi dan semangat melaksanakan semua program yang dikampanyekan jangan sampai kurang berhasil karena hambatan waktu dan sumber daya tersedia. Nigel Lawson mengatakan "To govern is to choose, to appear to be unable to choose is to appear to be unable to govern". Memerintah itu memilih prioritas, ketidakmampuan memilih berarti tidak mampu memerintah.

Pilih, laksanakan dan awasi hal-hal yang sangat berkaitan dengan pengurangan kemiskinan misalnya. Catat, hitung dan ukur semua yang dilaksanakan karena sesuai prinsip standardiezed development (pembangunan terukur) atau evidence based development (pembangunan berdasarkan bukti), penting dan berguna untuk bahan evaluasi. Pemimpin dan rakyat bisa tahu keberhasilan dan kegagalan pembangunan.

Mengakhiri tulisan ini ada dua catatan penting yang patut diperhatikan. Pertama, jangan terantuk pada batu yang sama. Kajian cerdas dan cermat perlu dilakukan terhadap berbagai hal yang telah dilaksanakan gubernur terdahulu; tidak untuk mencari-cari kesalahan tetapi mengetahui keberhasilan dan kegagalannya.

Misalnya, apakah dana puluhan bahkan ratusan miliar rupiah dari APBD provinsi untuk program Anggur Merah sukses atau gagal. Demi kontinuitas, hal-hal yang baik perlu diteruskan, yang kurang baik dikoreksi. Ingat, awal yang baik adalah setengah sukses.

Kedua, gubernur adalah wakil pemerintah di daerah dengan kewenangan koordinasi, pengawasan dan pembinaan penyelenggaraan pemerintah kabupaten/kota. Tiga kata ini (koordinasi, pengawasan, pembinaan) mudah diucapkan tetapi pelik dalam pelaksanaannya.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help