Berita Nasional

Dollar AS Dekati Rp 15.000, Ketua DPR Minta Semua Pihak Tak Saling Menyalahkan

Ketua DPR, Bambang Soesatyo mengingatkan semua pihak tak saling menyalahkan seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dollar AS Dekati Rp 15.000, Ketua DPR Minta Semua Pihak Tak Saling Menyalahkan
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPR, Bambang Soesatyo 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua DPR, Bambang Soesatyo mengingatkan semua pihak tak saling menyalahkan seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) per 5 September 2018, dolar AS sudah mencapai Rp 14.927.

Bambang mengatakan, depresiasi rupiah memang mulai berdampak pada industri yang menggunakan bahan baku impor.

Baca: Pemerintah Resmi Naikkan PPh Impor 1.147 Komoditas

Oleh karena itu, kini yang dibutuhkan untuk mengatasi pelemahan rupiah adalah kekompakan dan langkah nyata.

"Saya mengingatkan kepada para pihak agar tidak mencari kambing hitam dengan menyalahkan sebab musabab turunnya rupiah, tapi lakukanlah tindakan nyata untuk mengatasi melemahnya nilai tukar rupiah," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/9/2018).

Bambang mengatakan, Indonesia masih punya modal penting dalam menghadapi penguatan Dolar AS. Yakni fundamental Indonesia yang cukup kuat dan kondisi politik yang relatif stabil. "Kita harus percaya itu," katanya.

Namun, Bambang juga meminta Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia segera menyiapkan langkah-langkah antisipatif serta menerapkan kebijakan untuk menguatkan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Selain itu, Bambang juga mendorong Kementerian Perdagangan membuat kebijakan yang dapat membantu pelaku usaha untuk mendapatkan bahan baku industri, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan hasil produksi dan nilai ekspor," ujarnya.

Menurut Bambang, pemerintah sebaiknya segera mengeksekusi rencana tentang pembatasan impor atas 900 jenis barang konsumsi.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved