Berita NTT

Tahun Indikasi Geografis! Kemenkumham NTT Prioritaskan Coklat Sikka dan Ubi Nuabosi

Cokelat Sikka dan Ubi Nuabosi saat ini sedang diprioritaskan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual Indikasi Geografis Kemenkumham

Tahun Indikasi Geografis! Kemenkumham NTT Prioritaskan Coklat Sikka dan Ubi Nuabosi
pos kupang.com, ryan nong
Kepala Bidang Pelayanan Hukum Divisi pelayanan hukum dan HAM Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Erni Mamo Li, SH,M.Hum di ruang kerjanya pada Senin (3/9/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Cokelat Sikka dan Ubi Nuabosi saat ini sedang diprioritaskan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual Indikasi Geografis oleh Kantor Kementerian Hukum dan HAM

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dua produk unggulan dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ini bahkan sudah dalam proses didaftarkan untuk mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Baca: RT Bentuk Karang Taruna dan Dasawisma

Kepala Bidang Pelayanan Hukum Divisi pelayanan hukum dan HAM Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Erni Mamo Li, SH,M.Hum kepada Pos Kupang di ruang kerjanya pada Senin (3/9/2018) mengungkapkan, tahun ini telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI menjadi tahun Indikasi Geografis untuk produk-produk lokal yang menjadi unggulan di setiap wilayah.

“Memang setiap tahun setiap wilayah kemenkumham mengajukan Indikasi Geografis untuk wilayahnya, namun oleh kemeterian, tahun ini ditetapkan sebagai tahun indikasi geografis. Untuk NTT, kita telah mengajukan Cokelat Sikka dan Ubi Nuabosi untuk mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis untuk tahun ini,” ungkapnya.

Erni menjelaskan, selain dua produk itu, pihaknya juga akan menyusulkan pula dengan berbagai komoditi di NTT termasuk semua tenunan khas dari masing–masing kabupaten di NTT.

Dengan sertifikasi hak kekayan intelektual, lanjut Erni, produsen atau masyarakat akan memperoleh perlindungan hukum sehingga keuntungan atau nilai lebih ekonomis dapat diperoleh terhadap produk unggulan atau barang yang dihasilkan.

“Provinsi NTT punya potensi Indikasi Geografis yang banyak, contohnya Ubi Nuabosi dan Pisang Branga. Selain itu ada juga Kopi Sumba, Gula Semut dari Rote, Mangga dari Alor, Mangga Kelapa, Jagung Pulut, ini jadi komoditi yang bisa didorong. Selain tentunya Tenun Ikat yang jadi unggulan kita,” ungkapnya.

Untuk produk Madu Amfoang dan Garam Sabu Raijua pun telah didaftarkan, tetapi hingga kini SK sertifikasinya belum dikeluarkan oleh Kementerian.  Sedangkan untuk produk local Kopi Bajawa, Kopi Manggarai dan Tenun Ikat Sikka sudah memiliki sertifikat Indikasi Geografis.  

“Untuk syarat Indikasi Geografis, secara spesifik produk yang didaftarkan harus memiliki kualitas, mutu dan ciri khas tertentu karena kondisi alam dan manusia di wilayah tersebut,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved