Berita Kabupaten Sikka

Rekomendasi DEK Tak Digubris Pemerintah Daerah Sikka

, lembaga independen yang membantu pemerintah melakukan penilaian lingkungan hidup dan kebersihan.

Rekomendasi  DEK  Tak  Digubris Pemerintah  Daerah Sikka
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Sikka, Gabriel Ola (kanan) memimpin pertemuan DEK, Selasa (4/9/2018) siang di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Sikka, Pulau Flores, Propinsi NTT. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Dewan   Evaluasi Kota  (DEK)  Kabupaten  Sikka  di  Pulau  Flores,  Propinsi Nusa  Tenggara Timur   (NTT), lembaga  independen   yang membantu  pemerintah   melakukan  penilaian  lingkungan  hidup dan  kebersihan.

Namun  berbagai  rekomendasi  yang diserahkan DEK  tak   digubris  oleh pemerintah.

Keluhan  itu disampaikan  Ketua   DEK,Martin   DS, dalam   pertemuan  DEK dengan Kepala  Bidang Penaatan dan  Peningkatan Kapasitas  Lingkungan  Hidup  Dinas  Lingkungan  Hidup  Sikka,  Gabriel  Ola,  Selasa  (4/9/2018)  siang  di   Kantor  Dinas Lingkungan  Hidup.

“Sudah lama sekali  saya  aktif di  DEK,  tapi  sekian  lama   belum  ada   rekomendasi  DEK  ditanggapi  pemerintah  daerah,” keluh Martin.
Ia  mencontohkan perbaikan kamar   WC di  Terminal Barat Jalan  Gajah Mada tidak direspon sampai  saat ini.   Bahkan sampai ada wisatawan  asing menulis  di media  sosial mengeluhkan kondisi  WC  di dalamnya ditemukan  batu.

“Kemudian  ada penjelasan  dari  pemerintah  daerah bahwa  kewenangan  pengelolaan  terminal  diserahkan kepada pemerintah propinsi. Sampai   hari ini  terminal  tidak diurus dengan  benar,  kita  di  Sikka menggunakannya,” imbuh  Martin. 

Marthin berharap,  hadirnya  Bupati dan  Wakil  Sikka  yang baru,  Fransiskus  Roberto  Diogo, dan  Romanus  Woga dilantik  20 September  2018  lebih  respon dengan  urusan  kebersihan dan  lingkungan  hidup.

“Kita  dengar  program 100  hari  pemerintahan ini tentang kebersihan dan sampah  di  kota.  Ini soal   akut yang  tidak pernah terselesaikan  dari   dulu sampai  saat ini,” kata  Martin.(*)

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help