Berita Regional

Petani yang Setubuhi Anak Tirinya Mengaku Tidak Puas Pelayanan Istri

IB (39), petani Cengkeh asal Dusun Batari, Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, nekat setubuhi anak tirinya

Petani yang Setubuhi Anak Tirinya Mengaku Tidak Puas Pelayanan Istri
KOMPAS.com
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan 

POS-KUPANG.COM | LUWU - IB (39), petani Cengkeh asal Dusun Batari, Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, nekat setubuhi anak tirinya DR yang masih berumur 13 tahun.

Pelaku mengakui perbuatan bejatnya akibat tidak puas dengan pelayanan istrinya.

"Istriku selalu pergi pak, biasa di pergi ke acara pesta pengantin malam baru pulang, na saya juga butuhkan dia, biasa pergi sampai 7 hari," kata IB kepada Kompas.com di ruang Satreskrim Polres Luwu, Senin (3/9/2018).

Baca: Pasca-KLB Gizi Buruk, Pemkab Asmat Gandeng UGM Tingkatkan Mutu SDM

Kata dia, bahwa dirinya melakukan perbuatan asusila tersebut sebanyak 5 kali sejak anak tirinya duduk di kelas 4 SD hingga saat ini.
Awalnya dia sering melihat anak tirinya tidur sendirian di kamarnya, hingga dia tergiur. "Saya lakukan 3 kali di rumah di waktu malam, saat istri tidak ada, dan 2 kali di kebun cengkeh saat siang," ungkapnya.

Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Luwu, Ipda Abdul Azis, mengatakan bahwa motif yang dilakukan oleh pelaku karena selalu mendapati korban dalam keadaan sendiri.

"Motifnya karena selalu medapati korban sendiri di rumah, dengan itu pelaku tergiur dengan anak tirinya sendiri, apalagi sang istri selalu tidak berada di rumah, sehingga dia melakukan persetubuhan,"ujarnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help