Berita Sepak Bola

Lionel Messi Tak Ingin Pindah ke Klub Lain Bahkan Takut Tinggalkan Barcelona dengan Alasan Ini

Lionel Messi mengaku tak berkeinginan untuk pindah ke klub lain. Bahkan takut jika harus tinggalkan Barcelona.

Lionel Messi Tak Ingin Pindah ke Klub Lain Bahkan Takut Tinggalkan Barcelona dengan Alasan Ini
KOMPAS.COM
Mega Bintang Lionel Messi dalam suatu pertandingan 

Penampilan Argentina menurun dibanding empat tahun sebelumnya. Kali ini, Messi dan kawan-kawan hanya bisa mencapai perempat final, kalah adu penalti dari Uruguay.

Messi kemudian akan mengapteni Argentina dalam tiga turnamen besar: Piala Dunia 2014, Copa America 2015, dan Copa America Centenario 2016.

Sebagai kapten, Messi langsung dibandingkan dengan Diego Maradona, kapten Argentina yang membawa timnya menjuarai Piala Dunia 1986.

Agaknya, menurut saya, Messi sama sekali tidak suka dibandingkan dengan Maradona, apalagi dalam urusan soal prestasi dengan Argentina.

Di Piala Dunia 2014, lagi-lagi Jerman membuat Messi kehilangan kesempatan untuk meraih trofi bagi Argentina.

Skor 1-0 melalui perpanjangan waktu sudah cukup buat Jerman untuk membuat Messi sedih bukan kepalang.

Memang, Messi terpilih sebagai pemain terbaik turnamen. Golden Ball ada di tangan, namun wajah Messi jauh dari gembira.

Lalu, pada dua edisi Copa America yang digelar secara beruntun. Satu negara menjadi duri dalam daging buat kubu Argentina: Cile.

Pada final edisi 2015, Cile menjadi juara setelah menang atas Messi dan Argentina melalui adu penalti.

Pada final edisi 2016, dengan optimisme untuk tidak mengulang peristiwa 2015 meski menghadapi lawan yang sama, trofi melayang lagi dari tangan Messi. Cile kembali menang melalui adu penalti.

Sekarang di Piala Dunia 2018. Lionel Messi sudah lebih tua empat tahun dibanding final di Brasil.

Namun, dari segi keberuntungan, Messi empat tahun lebih mundur.

Ia menjadi bulan-bulanan. Meme tentang dirinya bermunculan, terutama setelah gagal melakukan tendangan penalti pada laga lawan Islandia.

Menghadapi Kroasia, Messi disebut “menghilang”. Bahkan, ia tidak membuat satu tembakan pun!

Sangat ajaib untuk pemain seperti Messi yang tidak pernah kehabisan amunisi ketika membela Barcelona.

Belum lagi ketika dibandingkan dengan pemain rival, Cristiano Ronaldo, yang bermain begitu cemerlang bersama Portugal.

Messi mengungkapkan keinginannya untuk gantung sepatu setelah Argentina gagal di Copa America Centenario 2016.

Messi memang benar-benar pensiun. Namun, ada semacam gerakan di Argentina yang menolak Messi untuk pensiun.

Akhirnya, Lionel Messi pun kembali dan menyatakan ingin tampil di Piala Dunia 2018.

Malah, Messi seperti seorang diri membawa Argentina ke Rusia.

Bagaimana pun, usia Messi masih relatif muda, 30 tahun. Mestinya Messi masih bisa membawa Argentina tampil lebih bagus di Rusia.

Dengan kondisi yang ada sekarang, Messi pensiun secara paripurna adalah langkah berikut dalam kariernya.

Setelah menghadapi Kroasia pada 21 Juni 2018, Messi sudah membela Argentina sebanyak 126 kali dan membuat 64 gol.

Dengan empat kali final yang sebenarnya bisa saja ia menangi salah satunya, bisa jadi Messi memang tidak dilahirkan untuk Argentina.

Sekarang, bayangkan seandainya ia memilih untuk membela Spanyol pada awal kariernya.

Cara bermain ala Spanyol mengalir deras dalam dirinya. Tiki-taka bukan barang asing.

Selain itu, ia akan dikelilingi oleh para pemain yang biasa bermain dengannya di level klub, walau itu klub lawan sekali pun.

Bisa jadi, Spanyol tidak perlu pusing tujuh keliling mencari pemain yang bisa bikin banyak gol.

Tentu saja, Messi tampil sebagai pemain Spanyol tidak akan pernah terjadi. Sebab, waktu tidak akan berputar kembali.

(BolaSport.com)

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help