Berita Nasional

KPK Terima Surat Panggilan Praperadilan Kasus Irwandi Yusuf

Komisi Pemberantasan Korupsi menerima surat panggilan untuk menghadiri sidang prapradilan perkara Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf

KPK Terima Surat Panggilan Praperadilan Kasus Irwandi Yusuf
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima surat panggilan untuk menghadiri sidang prapradilan perkara Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Irwandi terjerat kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait pengalokasian penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, praperadilan tersebut diajukan oleh seseorang bernama Yuni Eko Hariatna.

Baca: Prabowo Sindir Utang, JK Bilang yang Penting Bisa Bayar

"Pada intinya mempersoalkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap IY," kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/9/2018).

Meski demikian, KPK juga menerima surat dari pihak kuasa hukum Irwandi tertanggal 27 Agustus lalu. Isinya, Irwandi membantah permohonan praperadilan itu atas inisiatif dirinya.

"Penegasan bahwa permohonan praperadilan tersebut ataupun jika ada praperadilan lain yang mengatasnamakan IY, bukan merupakan inisiatif IY dan IY sangat keberatan atas upaya hukum tersebut," kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi kepada Irwandi terkait dugaan fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved