Berita Nasional

Irvanto Keponakan Setnov Membantah Terima Uang dari Fayakhun Andriadi

Uang itu berasal dari 1 persen dari total total "fee" 7 persen anggaran proyek satelit monitoring dan "drone" Rp1,2 triliun

Irvanto Keponakan Setnov Membantah Terima Uang dari Fayakhun Andriadi
(ANTARA /Rivan Awal Lingga)
Arsip Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, bergegas seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/5/2018). Irvanto Hendra Pambudi menjalani pemeriksaan lanjutan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik. 

POS KUPANG.COM -  Keponakan mantan Ketua DPR Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo membantah dirinya menerima uang yang berasal dari politikus Golkar Fayakhun Andriadi.

"Enggak, enggak ada (terima uang)," kata Irvanto di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta seusai menjalani sidang, Selasa.

Baca: Kodim Ende Kembali Gelar Turnamen Voli


Pada Senin (3/9), Agus Gunawan yang merupakan staf dari anggota Komisi I DPR dari fraksi Golkar Fayakhun Andriadi mengaku memberikan uang 100-500 ribu dolar Singapura kepada Irvanto.

Uang itu berasal dari 1 persen dari total total "fee" 7 persen anggaran proyek satelit monitoring (satmon) dan "drone"  senilai Rp1,2 triliun yang diperoleh Fayakhun dari Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah. Fayakhun saat ini sedang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.

"Fayakhun kan beli motor sama saya, dia (Fayakhun) sering bayar motor, Agus yang disuruh-suruh," tambah Irvanto agak tergesa menghindari kejaran wartawan.

Irvano baru menyelesaikan sidang dengan dakwaan bersama-sama pemilik OEM Investment Pte Ltd Made Oka Masagung menjadi perantara pemberian uang 7,3 juta dolar AS kepada Setnov dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.

"Enggak ada urusan yang 500 (ribu dolar Singapura) itu," ungkap Irvanto.

Sebelumnya diketahui bahwa Agus bersaksi bahwa Fayakhun menyuruhnya memberikan tas untuk diberikan kepada Irvanto.

"Awalnya saya tidak tahu Irvan siapa, tapi belakangan, ternyata dia keponakan Pak Novanto. Setelah itu Pak Irvan membuka tas, ada 5 bundel dolar Singapura, kurang lebih nilainya 100-500 ribu dolar Singapura," kata Agus dalam sidang Senin (3/9).

Irvanto sebelumnya menjabat sebagai wakil bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sedangkan Fayakhun adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jakarta. (*)

Tags
KPK
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help