Berita Kota Kupang

IDI Provinsi NTT Tahun 2017 Turun

Bafan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT dalam keterangan persnya, Senin (3/9/2018), melaporkan juga indeks demokrasi Indonesia (IDI)

IDI Provinsi NTT Tahun 2017 Turun
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI TOHIR
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Bafan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT dalam keterangan persnya, Senin (3/9/2018), melaporkan juga indeks demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi NTT pada tahun 2017.

Dalam keterangan persnya yang berlangsung di Lantai II Kantor BPS NTT, Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia,S.E mengungkapkan, IDI Provinsi NTT pada tahun 2017 menurun 6.98 persen dibandingkan IDI Provinsi NTT tahun 2016.

Pada tahun 2017, kata Maritje, IDI NTT mencapai angka 75,51 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini, jelas Maritje, turun 6,98 poin dibandingkan angka IDI NTT tahun 2016 sebesar 82,49.

Capaian kinerja demokrasi NTT tersebut berada pada kategori sedang.

Maritje menjelaskan, klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokan dalam.tiga kategori yakni baik, sedang dan buruk.

Dikatakan Maritje, perubahan IDI NTT dari 2016 ke 2017 dipengaruhi tiga aspek yakni kebebasan sipil yang turun 16,56 poin dari 96,25 menjadi 79,69, hak-hak politik juga turun 11,93 poin dari 81,68 menjadi 69,75, lembaga-lembaga demokrasi kenaikan sebesar 12,93 persen dari 66,46 menjadi 79,39.

Maritje mengatakan, metodologi perhitungan IDI menggunakan empat sumber data yakni ; review surat kabar lokal, review dokumen (perda, pergub dll), focus group discussion dan wawancara mendalam dengan 11 indikator .

Indikator tersebut yaknj kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan, kebebasan dari diskriminasi, hak memilih dan dipilih, partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan pemerintahan, pemilu yang bebas dan adil, peran DPRD, peran partai politik dan peran birokrasi pemerintahan daerah.(*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help