Berita Asian Para Games 2018

Bonus Peraih Medali pada Asian Para Games 2018 Akan Sama dengan Atlet Asian Games 2018

Puan Maharani memastikan para peraih medali pada Asian Para Games 2018 akan mendapatkan bonus yang peraih medali pada Asian Games 2018.

Bonus Peraih Medali pada Asian Para Games 2018 Akan Sama dengan Atlet Asian Games 2018
(ANTARA FOTO/ INASGOC/Fanny Octavianus)
Menko PMK Puan Maharani (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan) berswafoto bersama lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (tengah) yang meraih emas pada nomor angkat besi putra 62 kg Group A Asian Games ke-18 2018 di JiExpo Jakarta, Selasa (21/8/2018). 

POS-KUPANG.COM - Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani membeberkan jumlah bonus yang akan diterima peraih medali pada Asian Para Games 2018.

Ia memastikan para peraih medali pada Asian Para Games 2018 ini akan mendapatkan bonus yang besarnya sama dengan bonus yang diterima peraih medali pada Asian Games 2018.

Hal tersebut diungkapkan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang Persiapan Penyelenggaraan Asian Para Games III Tahun 2018, di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (3/9/2018) siang. 

Dilansir TribunWow.com dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id Selasa (4/9/2018), berikut daftar bonus yang diterima peraih medali pada Asian Para Games 2018.

Peraih emas perorangan mendapatkan Rp 1,5 miliar, peraih medali emas untuk pasangan atau ganda sebesar Rp 1 miliar per-orang, dan emas beregu Rp 750 juta per-orang.

Peraih perak perorangan mendapatkan Rp 500 juta, perak untuk ganda sebesar Rp 400 juta per orang, dan perak beregu Rp 300 juta per orang.

Peraih perunggu perorangan mendapatkan Rp 250 juta, perunggu ganda Rp 200 juta per orang, dan peraih perunggu beregu sebesar Rp 150 juta per orang.

Bonus para pelatih perorangan atau ganda mendapatkan Rp 450 juta untuk emas, Rp 150 juta untuk perak, dan Rp 75 juta untuk perunggu.

Para pelatih beregu mendapatkan Rp 600 juta untuk emas, Rp 200 juta untuk perak, dan Rp 100 juta untuk perunggu.

Sedangkan untuk setiap medali kedua dan seterusnya, para pelatih mendapatkan Rp 225 juta untuk emas, Rp 75 juta untuk perak, dan Rp 37,5 juta untuk perunggu.

Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp 300 juta untuk emas, Rp 100 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu.

Para asisten pelatih beregu mendapatkan Rp 375 juta untuk emas, Rp 125 juta untuk perak, dan Rp 62,5 juta untuk perunggu.

Setiap medali kedua dan seterusnya, para asisten pelatih mendapatkan Rp 150 juta untuk emas, Rp 50 juta untuk perak, dan Rp 25 juta untuk perunggu. 

Diikuti 41 Negara 

Pesta olahraga penyandang disabilitas Asia atau Asian Para Games 2018 akan digelar pada 6-13 Oktober 2018, di Jakarta dan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Nantinya, sebanyak 41 negara peserta, 2.888 atlet dan 1.826 ofisial akan berpartisipasi dalam pergelaran ini.

Dilansir TribunWow.com dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, Selasa (4/9/2018), hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.

“Asian Para Games per Agustus 2018 dilaporkan akan diikuti oleh 41 negara peserta, 2.888 atlet dan 1.826 official,” kata Puan saat  Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang Persiapan Penyelenggaraan Asian Para Games III Tahun 2018, di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (3/9/2018) siang.

Sekitar 6.500 relawan, peserta dan official Asian Para Games itu rencananya akan ditampung di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Pada awal kegiatan, akan dijadwalkan kirab pawai obor (Torch Relay) Asian Para Games 2018, mulai dari pengambilan api di sumber api abadi Mrapen, Jawa Tengah, pada 5 September 2018.

Dilanjutkan menuju Kota Ternate di tanggal 9 September, disambung ke Kota Makassar Sulsel, Bali, Pontianak, Kalbar, Medan, Sumut, Pangkal Pinang, Babel, dan DKI Jakarta hingga 30 September 2018.

Indonesia kini menargetkan bisa menembus peringkat lima besar dari Asian Para Games 2018.

Setelah sebelumnya, berada di peringkat kesembilan, dan menjadi juara umum pada Sea Para Games 2017.

Diberitakan sebelumnya, nantinya ada 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Para Games 2018.

Antara lain, panahan, lari, bulutangkis, bola gawang, bowling, angkat beban, catur, bersepeda, judo, menembak, renang, tenis meja, anggar, bola voli, dan bola basket.

Arti Logo dan Maskot

Sama seperti Asian Games 2018, tentunya Asian Para Games 2018 memiliki maskot dan logo tersendiri sebagai identitasnya.

Jika di Asian Games 2018 ada tiga maskot, Bhin Bhin, Atung, dan Kaka yang melambangkan perhelatannya, Asian Para Games hanya ada satu maskot yang bernama Momo.

Momo maskot Asian Para Games 2018 (asianparagames2018.id)
Dilansir TribunWow.com dari website Asian Para Games 2018 pada Selasa (4/9/2018), Momo adalah singkatan dari Motivasi dan Mobilitas yang berarti orang perlu terus bergerak maju.

Dan juga untuk dapat beradaptasi dengan dunia dan waktu yang terus mudah berubah.

Maskot itu dilambangkan dengan seekor burung yang berjenis 'Elang Bondol' atau Bald Eagle.

Asian Para Games 2018 menggunakan Elang Bondol sebagai maskot karena burung ini dikenal sebagai maskot Jakarta, tempat nantinya Asian Para Games 2018 akan diadakan,

Burung ini juga terkenal sebagai burung yang kuat dan berani, ini adalah kombinasi yang sempurna antara nama maskot dan burung.

Sejak Asian Para Games diadakan di Jakarta, Momo terlihat menggunakan sabuk yang adalah bagian dari budaya Betawi.

Pasalnya, orang yang mengenakan sabuk dianggap sebagai juara atau pahlawan budaya.

Sementara itu, Asian Para Games juga memiliki logo yang hampir sama dengan Asian Games 2018.

Logo Asian Para Games 2018 (asianparagames2018.id)
Karena konsep yang dibawa tahun ini adalah 'Harmoni' yang merupakan bentuk harmonis dan keseimbangan dalam lingkungan alam dan lingkungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dituangkan ke dalam logi yang berbentuk lingkaran yang mewakili harmoni atau keseimbangan bentuk oleh negara-negara yang terdiversifikasi di seluruh Asia.

Bersama-sama secara harmonis bersna ke dunia sebagai 'The Energy of Asia'.

Kumpulan potongan tersebut membentuk lingkaran mewakili siluet Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dari atas.

SUGBK akan menjadi tempat utama Asian Para Games 2018 digelar.

Sementara itu, siluet seorang pria yang bergerak di psat lingkaran tersebut melambangkan bentuk gerakan 'The Energy of Asia', pergerakan atlet Asian Para Games 2018 untuk meraih kemenangan.

Terdapat pula tiga kurva dalam tiga warna di sekitar siluet manusia yang berfungsi sebagai negara-negara Asia yang terdiversifikasi yang bergerak bersama sebagai satu kesatuan dalam harmoni untuk pencapaian bersama.

Warna yang digunakan dalam logo ini juga memiliki artinya sendiri.

Warna biru mewakili langit, oranye mewakili matahari.

Warna hijau mewakili alam, ungu mewakili kedekatan, dan merah mewakili semangat.

Diketahui, langit, matahari dan alam adalah tiga elemen dasar dalam filsafat Asia Hidup.

Di mana kebersamaan adalah sebuah fakotr penting dalam cara hidup juga.

Warna ungu mewakili kebijaksanaan, kesetiaan, dan kebanggaan adalah semangat solidaritas.

Tes event Asian Para Games 2018 ini sudah digelar pada Juli 2018 di seluruh venue.

Seluruh venue tersebut pun dinyatakan layak untuk digunakan.

Asian Para Games 2018 nantinya akan diikuti oleh 41 negara National Para Olimpic dengan total jumlah atlet sebanyak 2800 orang, 1800 orang ofisial, dan diliput oleh 500 media baik dalam maupun luar negeri.

 (TribunWow.com)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help