Berita Kabupaten Nagekeo

Sudah 22 Tahun Pembangunan Gereja Di Bajawa Ini Tak Pernah Selesai

Sudah sekitar 22 tahun sebuah gereja di Stasi Santa Maria Poma, Desa Denatana Timur Kecamatan Wolomeze

Sudah 22 Tahun Pembangunan Gereja Di Bajawa Ini Tak Pernah Selesai
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Kondisi gereja Stasi Santa Maria Poma Di Desa Denatana Timur Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada, Senin (3/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Sudah sekitar 22 tahun sebuah gereja di Stasi Santa Maria Poma, Desa Denatana Timur Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada belum selesai hingga saat ini. .

Kerinduan sekitar 708 umat Katolik di Stasi Poma, Paroki Cor Jesu Wangka, Kevikepan Bajawa, Keuskupan Agung Ende, untuk memiliki sebuah tempat ibadat (gereja) yang layak rupanya masih harus menunggu waktu lebih lama.

Bayangkan saja, Gereja berukuran 25 x 18 meter yang sudah mulai peletakan batu pertama Agustus 1996 tak kunjung selesai.

Ironisnya, proses pembangunan yang sudah memakan waktu 22 tahun itu baru sampai fundasi saja. Sejak tahun itu gereja ini 'mangkrak'.

Pengerjaan gereja ini sudah mulai zaman presiden Soeharto. Namun hingga ganti presiden empat kali, gereja ini masih tetap fundasi saja. Sudah berganti-ganti bupati, namun pembangunan gereja ini luput dari perhatian dan sentuhan.

Kini pada tahun ke-22, stasi ini mencoba mulai bergumul lagi. Saat ini hanya terlihat kuda-kuda sudah terpasang dan mulai menaikan tembok.

Ketua Stasi Poma Yoseph Dhedho mengatakan gereja itu merupakan kerinduan umat bertahun-tahun.

Karena itu, kata dia meski dalam kondisi ekonomi umat yang pas-pasan pihaknya bertekad melanjutan kembali pembangunan gereja. Saat ini ditetapkan setiap KK Rp 5 juta.

"Angka ini sangat berat bagi umat tapi mau bagaimana lagi. Saat ini kapel tak layak lagi dan pertumbuhan umat juga terus meningkat. Jadi biar berat coba paksa," kata Frans Toda salah seorang tokoh umat di Poma, sebagaiman siaran pers yang diterima POS KUPANG.COM, Senin (3/9/2018).

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help