Berita Kesehatan

Prof Colin Binns Ajak Para Ibu Lebih Lama Memberikan ASI untuk Bayinya

Colin mengatakan, hasil penelitian di China membuktikan hal itu. Anak yang diberi ASI lebih sehat dibandingkan dengan

Prof Colin Binns Ajak Para Ibu Lebih Lama Memberikan ASI untuk Bayinya
ISTIMEWA
Prof. Colin Binns (kanan) bersama dosen UKAW Kupang, Dr. Mesakh Dethan 

KUPANG.COM, KUPANG -- Prof. Colin Binns, MBBS, MPH, PhD, FRACGP, FAFOM, FAFPHM dari Curtin University, Australia mengajak kaum ibu agar memberikan Air Susu Ibu (ASI) lebih lama bagi bayinya.

Menurut Prof Colin Binns, ASI sangat baik untuk kesehatan anak dan meningkatkan kinerja otak, sehingga semakin lama menyusui anak malah semakin baik.

Pandangan Colin tersebut disampaikannya pada acara konferensi internasional di Swiss Bellin Krital Hotel Kupang, Senin (3/9/2018).

Prof Colin Binns (kiri) saat bicara dalam konferensi  di Swiss Bellin Krital Hotel Kupang, Senin (3/9/2018).
Prof Colin Binns (kiri) saat bicara dalam konferensi di Swiss Bellin Krital Hotel Kupang, Senin (3/9/2018). (ISTIMEWA)

Acara bertajuk 1st International Conference On Climate Change, Biodiversity, Food Security and Local Knowledge diselenggarakan oleh Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang bekerja sama dengan United Board dan Bank NTT serta mitra terkait.

Baca: Ramalan Zodiak Hari ini Senin 3 September, Scorpio Gila Kerja dan Abaikan Keluarga, Pisces Berdebat?

Colin mengatakan, hasil penelitian di China membuktikan hal itu. Anak yang diberi ASI lebih sehat dibandingkan dengan anak yang diberi susu kaleng. Mereka rentan kena penyakit.

Jadi menggantikan ASI dengan susu kaleng atau sejenisnya adalah "tindakan lucu" dan hanya menguntungkan pihak tertentu saja.

Baca: 10 Drakor alias Drama Korea Tentang Percintaan di SMA dan Kampus Terbaik, Asli Bikin Baper

Iklan bahwa susu kaleng atau susu tertentu lebih baik daripada ASI adalah menyesatkan dan menipu.

Demikian pernyataan Prof Colin Binns sebagaimana dikutip dosen UKAW Kupang, Dr. Mesakh Dethan yang menghadiri konferensi tersebut. (*)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help