Berita Kabupaten Ngada

Materi KDRT dan Perlindungan Anak Disampaikan Saat Pembekalan Orang Tua di Stasi Poma

Komuni pertama dianggap waktu yang cukup efektif untuk memberikan informasi terkait dengan penerapan UU KDRT dan Perlindungan Anak.

Materi KDRT dan Perlindungan Anak Disampaikan Saat Pembekalan Orang Tua di Stasi Poma
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana usai pembekalan bagi orang tua dari anak calon penerima komuni pertama di Stasi Poma Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada, Senin (3/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Sebagai persiapan penerimaan Komuni Pertama, Stasi Santa Maria Poma, Paroki Cor Jesu Wangka memasukan Materi KDRT dan Perlindungan Anak sebagai salah satu materi pembekalan bagi orang tua calon komuni pertama.

Moment persiapan penerimaan komuni pertama dianggap waktu yang cukup efektif untuk memberikan informasi terkait dengan penerapan UU KDRT dan Perlindungan Anak.

Demikian dikemukakan Ketua Rumpun Pembinaan Dewan Stasi Santa Maria Poma, Frans Toda, kepada POS KUPANG.COM, Senin (3/9/2018).

Menurut Frans sosialisasi tentang KDRT dan perlindungan anak harus terus dilakukan. Hal ini untuk memberi informasi yang jelas kepada umat tentang konsekuensi berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak.

Melalui pembekalan, orang tua calon komuni pertama paling tidak sebagai upaya dini sehingga umat paham tentang masalah KDRT dan perlindungan anak serta upaya mencegahnya.

"Momen komuni pertama dinilai sangat pas untuk memberi sosialisasi tentang penerpan undang-undang KDRT dan perlindungan anak di tengah maraknya kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak akhir-akhir ini," ujar Frans.

Dalam pembekalan ini pihak panitia menghadirkan narasumber dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Ngada, Emanuel Djomba.

Sosok yang juga pegiat literasi itu beberapa tahun terakhir aktif di lembaga ini pada Divisi Komunikasi, Informasi dan dokumentasi P2TP2A.

P2TP2A atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak merupakan pusat kegiatan terpadu yang didirikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan menyediakan pelayanan bagi masyarakat Indonesia terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan. Lembaga ini dintingkat kabupaten bernaung di bawah Dinas BPMD P3A Kabupaten Ngada.

Pada kesempatan sharing dengan orangntua calon komuni pertama, Djomba memberikan gambaran tentang kasus kekerasan terhadadap perempuan dan anak yang terus meningkat, bahkan ada yang tidak pernah dilaporkan.

Dia juga memberi informasi tentang penerapan UU KDRT dan Perlindungan anak sebagai upaya untuk melindungi korban dan memberi efek jera kepada para pelaku.

Sosialisasi semacam ini menjadi penting, karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan melibatkan siapa saja termasuk orang terdekat. Karena itu masyarakat perlu memahami dan mewaspadai hal ini.(*)



Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved