Berita Ekonomi Bisnis

Lahan Perumahan Malinjak Regency Terluas di NTT , Hanya Ada di Kabupaten Sumba Tengah

Belum ada perumahan dengan lahan seluas 200 meter persegi. Hanya ada perumahan Malinjak di Kabupaten Sumba Tengah ini

Lahan Perumahan Malinjak Regency Terluas di NTT , Hanya Ada di Kabupaten Sumba Tengah
ISTIMEWA
Perumahan subsidi di Malinjak Regency, Kabupaten Sumba Tengah 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Perumahan Malinjak Regency yang dibangun konsorsium anggota REI NTT di Kabupaten Sumba Tengah saat ini sudah ready stock.

Malinjak Regency merupakan perumahan pertama yang dibangun di Kabupaten Sumba Tengah.

Lokasinya terletak di dalam Kota Anakalang yang jarak ke pusat pemerintah hanya sekitar tiga kilometer.

Rumah-rumah yang dibangun Malinjak Regency tersebut dengan tipe 30 meter persegi memiliki dua kamar tidur.

Sebagai perumahan pertama di Kabupaten Sumba Tengah, Malinjak Regency memiliki kelebihan yang tidak dimiliki perumahan subsidi lainnya di NTT.

perumahan Malinjak Regency
Rumahn subsidi di Perumahan Malinjak Regency, Kabupaten Sumba Tengah

"Ini merupakan perumahan subsidi yang pertama dan satu-satunya di NTT yang memiliki lahan 10 meter kali 20 meter atau luasnya 200 meter persegi. Jadi rumahnya di bagian depan, di bagian belakang masih ada lahan yang cukup luas," kata

Komisaris PT Pembangunan Sumba Sejahtera, Bobby Liyanto, yang ditemui di Kupang, Jumat (31/8/2018).

Menurut Bobby, Malinjak Regency memiliki luas lahan 11 hektar (ha) dan rencananya akan dibangun 300 unit rumah atau lebih.

"Kalau dengan luas lahan 200 meter persegi maka akan dibangun sekitar 300 unit rumah, tapi jumlah ini bisa lebih. Saat ini sudah ready stock 100 unit rumah. Sudah ada rumah yang ditempati terutama oleh pegawai dari Bank NTT. Rumah sudah ada listrik dan air yang mengalir 24 jam. Saya katakan air 24 jam karena air berasal dari sumur bor, karena di Sumba Tengah belum ada PDAM," katanya sambil menambahkan lebar jalan di dalam lingkungan 4,5 meter.

Halaman
12
Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help