Berita Kabupaten Lembata

Kendaraan Dinas Jadi Barang Bukti

Kendaraan dinas tersebut diamankan di Mapolres Lembata sebagai salah satu barang bukti dalam kasus tersebut.

Kendaraan Dinas Jadi Barang Bukti
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Sepeda motor ini merupakan kendaraan dinas yang ditahan polisi dalam kasus pencurian di 15 TKP di Lewoleba, Lembata. Gambar diabadikan, Senin (3/9/2018). 

LaporanReporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS -KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Penyidik Polres Lembata, menyita sebuah sepeda motor dinas yang digunakan gembong pencurian di Lewoleba, Bimantoro Cs untuk melancarkan aksinya pada 15 TKP di kota itu. Kendaraan dinas tersebut diamankan di Mapolres Lembata sebagai salah satu barang bukti dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Yohanis Wila Mira melalui KBO Ipda I Nengah Soekanata, mengatakan hal tersebut kepada Pos Kupang.Com di Mapolres Lembata, Senin (3/9/2018) siang.

Dikatakannya, dalam penanganan kasus pencurian yang dilakukan Bimantoro Cs itu, proses pemeriksaan tersangka berjalan lancar. Tiga tersangka yang telah dicokok polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yakni Bimantoro sebagai pelaku utama, serta dibantu dua oknum lainnya, yakni Willi dan Taher.

Dalam kasus tersebut, katanya, Wili dan Taher merupakan pembantu Bimantoro. Artinya, saat Bimantoro hendak beraksi, Wili dan Taher selalu membantu baik dengan bersama-sama turun ke lokasi yang disasar maupun dengan meminjamkan kendaraan berupa sepeda motor kepada pelaku.

Dan, salah satu kendaraan yang dipinjamkan untuk aksi tersebut, adalah sepeda motor dinas. Saat disita polisi sebagai barang bukti, plat nomor kendaraan dinas tersebut telah dicopot. Begitu juga kaca spion kendaraan milik pemerintah tersebut.

Sepeda motor tersebut dipinjamkan Wili kepada Taher untuk menghantar Bimantoro ke konter, tempat penjualan handphone (hp). Di lokasi kejadian di dekat BRI Unit Lewoleba itu, Bimantoro menggondol sekitar 5 unit hp, baik yang bermerek samsung maupun hp android lainnya.

Kendaraan yang dipinjamkan Willi itu merupakan sepeda motor dinas yang saban hari digunakan ayahnya. Maklum, ayahanda Willi adalah seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata.

Ketika kendaraan tersebut disita penyidik sebagai barang bukti kasus pencurian tersebut, kelengkapan kendaraan itu tak ada lagi. Plat nomor kendaraan dinas itu sudah dicopot. Begitu juga kaca spionnya. Kuat dugaan kelengkapan kendaraan itu dicopot dengan tujuan menghilangkan jejak saat Bimantoro melancarkan aksinya.

"Kendaraan dinas itu sudah kami tahan. Begitu juga linggis dan barang bukti lainnya seperti tang dan oben," ujar I Nengah. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved