Berita Ekonomi Bisnis

Beli Rumah Bersubdisi Siap Dana Rp 11 Juta Melalui Fasilitas KPR BTN

Mau Beli Rumah Subsidi, Siapkan Dana Awal Rp 11 juta. Untuk apa saja dana awal ini?

Beli Rumah Bersubdisi Siap Dana Rp 11 Juta Melalui Fasilitas KPR BTN
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Branch Manager Bank Tabungan Negara Kupang, Adrian Paul M Marbun 

Jika tidak ada keringanan biaya BPHTB, lanjut Adrian, masyarakat harus menyiapkan dana awal Rp 7,3 juta untuk mendapatkan rumah subsidi. Angka tersebut belum termasuk uang muka.

Mengenai realisasi KPR, Adrian menjelaskan, sejak tahun 2016 hingga 2018, BTN Kupang telah merealisasikan KPR subsidi dan non subsidi dengan outstanding lebih dari Rp 220 miliar.

Tidak Tertarik

Adrian juga mengatakan, BTN tidak tertarik menerapkan kebijakan Bank Indonesia yang melonggarkan pengaturan Loan to Value (LTV) dengan uang muka atau Down Payment (DP) nol persen untuk KPR.

Menurut dia, tidak menerapkan DP nol persen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar bertanggung jawab ketika mulai membeli rumah melalui fasilitas KPR.

"Keputusan itu dari Direksi Bank BTN di Jakarta. Statement dari direksi kami terkait kebijakan relaksasi LTV itu belum ada. Jadi sampai saat ini kami belum memberikan kredit KPR dengan uang muka nol persen," kata Adrian.

Ia mengatakan, Direksi Bank BTN menilai DP KPR subsidi satu persen sudah sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

"Dengan adanya uang muka, mereka harus menabung, memiliki modal setidaknya untuk membayar uang muka satu persen. Direksi kami menganggap DP satu persen ini sudah sangat membantu meringankan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk dapatkan rumah. BTN prioritas pemberian KPR kepada TNI, Polri dan ASN," katanya.

Ia menjelaskan, BTN masih fokus pada KPR bersubsidi dan KPR non subsidi dengan porsi terbesar untuk konsumen rumah satu lantai. KPR bersubsidi tersebut, kata Adrian, ada yang uang muka satu persen ada yang lima persen.

"Debitur bisa memilih. Rumah subsidi peruntukan bagi calon-calon debitur berpenghasilan empat juta rupiah ke bawah. Khusus untuk ASN, TNI dan Polri, kami hitung, gaji pokok saja. Kalau gaji pokok Rp 4 juta ke bawah, bisa dapatkan rumah subsidi," jelas Adrian.

Untuk pegawai swasta, selektif. "Kalau swasta itu, perhitungan lebih dinamis. Kami cari yang aman-aman dulu," kata Adrian. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved