Berita Pendidikan

40 Warga Binaan Dilatih Buat Pupuk Oleh Prodi PPLK Politani Kupang

"Kami dari PPLK memberikan pelatihan teknik pertanian yang hemat air karena tanah kita di sini kering dan berbatu.

40 Warga Binaan Dilatih Buat Pupuk Oleh Prodi PPLK Politani Kupang
Gecio Vianna

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sekitar 40 orang warga binaan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kupang mengikuti pelatihan teknik pertanian hemat air.

Pelatihan yang disampaikan dosen, mahasiswa dan teknisi Program Studi (Prodi) Penyuluhan Pertanian Lahan Kering (PPLK) Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang ini adalah warga binaan yang akan mendapatkan bebas bersyarat.

Ketua Program Studi Penyuluh Pertanian Lahan Kering, Wely Yitro Pello, S.ST, MSi kepada Pos Kupang, Jumat (31/8/2018) di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kupang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud pengamalan tridarma perguruan tinggi.

Baca: Usai Kunjungi Lombok, Jokowi Kumpulkan Menteri, Gubernur BI dan OJK

Menurut Wely, pihaknya merasa para klien di Bapas Kupang harus memiliki keterampilan saat bebas bersyarat nantinya. Dengan demikian saat mereka di tengah masyarakat dan keluarga akan membantu meningkatkan perekonomian keluarga mereka.

"Kami dari PPLK memberikan pelatihan teknik pertanian yang hemat air karena tanah kita di sini kering dan berbatu. Kami buat tanaman dalam pot, polibag, buat vertikultur, bokashi dan penangkap hama," katanya

Ia menambahkan, juga diberikan materi terkait budidaya tanaman di polibag di lahan kosong dan budidaya tanaman karena krisis air. Juga diakukan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan bokashi dan materi singkat terkait budidaya tanaman di polibag.

Baca: Ini Kata Danlanud El Tari Kupang Soal Exercise Rajawali Ausindo 2018

Jawas Syafrudin, SAg, Kepala Bapas Kelas II Kupang mengaku senang dan mengapresiasi Prodi PPLK Politani Kupang kegiatan di kantornya itu.

Bagi Jawas, para klien nantinya akan bebas bersyarat harus diberdayakan dan dibekali materi dan pengetahuan terkait banyak hal, termasuk pertanian sehingga menjadi modal berusaha di tengah masyarakat dan keluarga.

"Saat mereka kembali ke masyarakat bisa hidup mandiri dan bertanggungjawab dengan keluarga dan masyarakat," jelas Jawas.

Dikatakan, telah dibicarakan nota kesepahaman antara Kanwil Departemen Hukum dan HAM dan Prodi PPLK Politani Kupang berupa kerja sama secara kontinyu.

Baca: Yosef Waleng: Bangga Jadi Orang Lembata

"Pada 30 Oktober nanti sekaligus kita panen dan ada penandatanganan MoU dengan Kanwil Departemen Hukum dan HAM," ungkapnya
Dirinya berharap, kegiatan tersebut terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi para klien sehingga mereka memiliki ilmu pertanian dan saat kembali ke masyarakat menjadi produktif.

Vicky Soge (22), seorang mahasiswa Prodi PPLK berharap, kerja sama dengan Bapas Kelas II Kupang tetap terjalin sehingga banyak mahasiswa yang dapat membagikan materi dan pengetahuannya secara berkala setiap tahun. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help