Berita Kabupaten Manggarai Barat

200 Ekor Ayam Kampung Dikembangkan di Nampar Mancing

Sebanyak 200 ekor ayam kampung dikembangkan di Nampar Mancing, Kabupaten Manggarai Barat oleh pemerintah daerah setempat

200 Ekor Ayam Kampung Dikembangkan di Nampar Mancing
pos kupang.com, servan mamilianus
Ayam--Ayam kampung di kandang milik Wakil Bupati Mabar Maria Geong.

Laporan Repoter Pos-Kupang.com - Servatinus Mammilianus

 POS—KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sebanyak 200 ekor ayam kampung dikembangkan di Nampar Mancing, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) oleh pemerintah daerah setempat melalui Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial Mabar Agusthinus Mangiradja, menyampaikan bahwa pengembangan ayam kampung tersebut untuk 4 kelompok.

Baca: 109 Atlet dan Ofisial Kabupaten Mabar Siap Tampil di PORProv ! Ini Cabor yang Diikuti

“Ada 4 kelompok peternak atau pengembang, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok mendapatkan 50 ekor ayam. Berarti 1 orang mendapatkan 10 ekor ayam,” kata Agusthinus kepada wartawan, Senin (3/9/2018) saat ditemui di lantai satu Kantor DPRD Mabar.

Saat ini kata dia, pihaknya sedang melakukan pengadaan bibit ayam kampung. Sedangkan sosialisasi terkait hal itu sudah dilakukan sejak tanggal 30 Mei 2018 lalu.

Bibit ayam kampung tersebut kata dia akan diambil dari hasil ternak ayam yang dilakukan oleh Wakil Bupati Mabar, Maria Geong.

Sebelumnya diberitakan, minat masyarakat di Manggarai Barat (Mabar) untuk beternak ayam kampung saat ini makin meningkat. Salah satu sumber bibit ayam kampung yang diperoleh masyarakat di daerah itu, yakni dari Wakil Bupati Maria Geong yang sejak sekitartahun 2016 lalu konsen beternak ayam kampung.

“Permintaan tidak pernah berhenti, ada yang untuk konsumsi dan ada juga untuk bibit. Sampai saat ini sudah 2.500 ekor ayam yang suplai ke masyarakat,” kata Maria saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (3/9/2018).

Dijelaskannya, ada beberapa warga yang terlihat sangat serius dan konsen untuk beternak ayam kampung yang diberikannya.

Selain permintaan bibit ayam kampung untuk ternak oleh warga, ada juga permintaan pasar untuk konsumsi.

Dia menambahkan bahwa selain ayam, telur ayam juga banyak yang pesan dan datang membeli langsung. Dari hotel, restaurant maupun rumah tangga.

Menurutnya, warga harus terus didorong untuk beternak ayam dengan tujuan untuk perbaikan gizi dan peningkatan pendapatan keluarga.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help