Berita Headline Pos Kupang

Pegawai dan Mahasiswa di Kupang Jadi Ojek Online

Mayer Asmiljo menjadi tukang ojek online atau grabbike agar tidak membebani kedua orangtuanya dengan segala kebutuhan dan biaya kuliah.

Pegawai dan Mahasiswa di Kupang Jadi Ojek Online
ISTIMEWA
Komunitas Grabbike Kota Kupang menjadi peserta pawai dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tahun 2018. 

Ia menambahkan, penumpang grab lebih banyak masyarakat biasa yang berasal dari luar NTT. Akan tetapi, akhir-akhir ini banyak juga pelanggan dari masyarakat Kota Kupang yang menggunakan jasa grab karena pihaknya aktif dalam banyak kegiatan untuk mempromosikan grab sehingga lebih dikenal. "Sekarang banyak mahasiswa di kota kupang yang menggunakan grab ke kampus," jelasnya

Ruli memberi alasan memilih bekerja sebagai driver grabbike karena tidak mengikat dan waktu kerja bisa diatur sehingga tidak bertabrakan dengan aktivitasnya sebagai pekerja swasta.

"Saya pernah satu bulan mengikuti kegiatan dan saat kembali narik tidak ada masalah. Jadi, banyak kawan lain yang kerja sebagai pegawai, dosen senang dan nyaman grab karena selain bisa atur waktu sendiri, ikatan persaudaraan sesama kami cukup kuat," tambahnya

Dari usahanya, Ruli mengaku setiap harinya mampu mendapat sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu. "Teman-teman lain lebih lagi penghasilannya, ada yang lebih dari Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari," bebernya.

Selain mendapat penghasilan dari mengantar penumpang, para driver grab juga mendapat bonus dari target trip (perjalanan) "Target trip itu tujuh trip, 13 trip, 16 trip dan 19 trip. Nah, itu semacam poin begitu. Jadi semakin banyak trip dapat bonus juga semakin besar. Untuk nominal intensif yang kami terima setiap minggunya berbeda karena diatur oleh sistem," ujar Ruli. "Saya tidak patok, kadang 7 trip sudah cukup karena pekerjaan sampingan," tambahnya

Menurutnya, jumlah driver grab di Kota Kupang baik itu grabbike (sepeda motor) maupun grabcar (mobil) telah mencapai lebih dari 400 orang. Mereka dari latar belakang beragam, pegawai, pekerja swasta, tukang ojek pangkalan, mahasiswa, dokter dan masyarakat umum.

Ruli menambahkan, layanan grab terdiri atas dua jenis, yakni layanan grab untuk antar penumpang dan layanan grab untuk antar barang. Direncanakan ada grab food untuk mengantarkan makanan. "Rencananya kata admin di bulan November karena permintaan untuk mengantar makanan juga sangat tinggi," ujarnya.

Koordinator Grab Wilayah Kupang, Jems Djelute mengakui, driver grabbike datang dari latar belakang yang beragam. "Ada yang berprofesi sebagai driver tapi ada juga dari kalangan mahasiswa, karyawan swasta, guru dan PNS. Pada intinya hampir menjangkau semua kalangan," katanya.

Kendati datang dari berbagai latar belakang, mereka sangat kompak dan akrab. Mereka punya komunitas, selalu terlibat dalam aneka event seperti pawai memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI belum lama ini. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved