Berita Kabupaten Ende

Kasus PDAM Ende Masih Dalam Tahap Pemberkasan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Sudarso, S.H mengatakan, kasus PDAM Ende saat ini masih dalam pemberkasan.

Kasus PDAM Ende Masih Dalam Tahap Pemberkasan
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Sudarso, S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Sudarso, S.H mengatakan, kasus PDAM Ende saat ini masih dalam pemberkasan. Setelah pelaksanaan pemberkesan selesai baru akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan.

Sudarso menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus PDAM Ende yang sedang ditangani oleh Kejari Ende, Minggu (2/9/2018).

Sudarso mengatakan, dalam kasus PDAM Ende telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni S yang bertindak selaku Dirut PDAM Ended, MLM selaku staf di kantor PDAM Ende. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain atau tersangka baru tergantung dari pendalaman oleh pihak kejaksaan.

Baca: Ini Capaian Imunisasi MR Puskesmas Boawae

"Kita akan dalami kemana saja aliran uang sehingga dengan demikian dapat diketahui secara persis apakah hanya mereke berdua yang menjadi tersangka atau ada orang lain lagi," kata Sudarso.

Sebelumnya Dirut PDAM Ende, berinisial S bersama seorang stafnya atas nama MLM ditetapkan sebagai tersangka oleh jaksa pada Kejaksaan Negeri Ende setelah diduga melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan pemasangan sambungan langsung rumah (SLR) pada tahun 2015-2016 yang berakibat pada kerugian negara sebesar Rp 396 juta.

Dalam kasus itu pada tahun 2015-2016 PDAM Ende melakukan kegiatan pemasangan sambungan rumah kepada warga yang kurang mampu di Kota Ende dengan nilai untuk satu rumah dipungut biaya sebesar Rp 500 ribu.

Namun dalam pelaksanaannya Dirut PDAM bersama stafnya atas nama MLM tidak menyetor secara utuh keuangan yang dipungut dari warga ke kas atau rekening PDAM Ende namun ditilep oleh mereka yang menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp 396 juta.

Sudarso mengatakan bahwa saat ini Kejaksaan Negeri Ende sedang menangani dua kasus dugaan korupsi yakni kasus PDAM Ende dan kasus PNPM di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved