Berita Kota Kupang

Sebelum Dibawa ke Lapas, Terpidana Diana Aman Periksa Kesehatan di RSUD SK Lerik

Buronan sekaligus terpidana kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Diana Aman kini telah tiba di Kupang, NTT, Sabtu (1/9/2018) pagi.

Sebelum Dibawa ke Lapas, Terpidana Diana Aman Periksa Kesehatan di RSUD SK Lerik
ISTIMEWA
Terpidana kasus TPPO, Diana Aman tiba di Lembaga Permasyarakatan Wanita, Sabtu (1/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Buronan sekaligus terpidana kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Diana Aman kini telah tiba di Kupang, NTT, Sabtu (1/9/2018) pagi.

Sebelum dibawa ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wanita, terpidana Diana Aman dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik, Kota Kupang.

"Sebelum di bawa ke lapas wanita, terpidana di bawa ke RSUD SK Lerik Kupang," kata Kasi Penkum Kejati NTT Iwan Kurniawan saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu (1/9/2018) pagi.

Baca: KPU NTT Sosialisasi Pemilu Kepada Pemilih Pemula

Iwan mengatakan, terpidana Diana Aman dibawah ke RSUD SK Lerik, Kota Kupang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit itu.

"Kami bawa ke RSUD SK Lerik Kupang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada terpidana," kata Iwan.

Sebelumnya diberitakan, buronan sekaligus terpidana kasus TPPO, Diana Aman diamankan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Bale Asahan, Sumatra Utara.

Diana Aman yang saat itu sedang mengurus paspor untuk keberangkatanya ke Malasyia tak berkutik ketika para petugas dari Kejari Tanjung Bale Asahan menahannya.

Diketahui, Diana Aman merupakan seorang terpidana kasus TPPO dengan korban Yufrida Selan. Sidang belum selesai terpidana melarikan diri.

Terpidana melarikan diri karena majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang mengabulkan permohonan penangguhan status penahanannya dari tahanan Lapas Wanita Kupang menjadi tahanan kota.

Meski tak ada terpidana Diana Aman, sidang kasus TPPO tersebut tetap berjalan dan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri 1A Kupang, terpidana divonis selama 9 tahun. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help