Berita Kabupaten Malaka

Prosesi Patung Bunda Maria di Malaka Jadi Even Wisata Religius

Pemerintah Kabupaten Malaka sudah menetapkan prosesi besar Patung Bunda Maria (Nai Feto Malaka) menjadi event wisata religius.

Prosesi Patung Bunda Maria di Malaka Jadi Even Wisata Religius
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Ketua Pantia Kegiatan Prosesi, Petrus Bria Seran. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS- KUPANG.COM|BETUN--Pemerintah Kabupaten Malaka sudah menetapkan prosesi besar Patung Bunda Maria (Nai Feto Malaka) menjadi event wisata religius.

Proses patung Bunda Maria di Kabupaten Malaka ini merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak tahun 1958. Tradisi ini sudah menjadi even pariwisata sehingga banyak umat dari daerah lain juga ikut menyaksikan prosesi.

Hal itu dikatakan Ketua Pantia, Petrus Bria Seran kepada Pos Kupang.Com, Sabtu (1/9/2018). Menurut Petrus Bria, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran sudah menetapkan prosesi besar Patung Bunda Maria di Kabupaten Malaka sebagai even pariwisata. Oleh karena itu, prosesi ini tidak hanya dihadiri masyarakat Malaka tetapi juga masyarakat dari luar Malaka.

"Tahun lalu ada keluarga dari Timor Leste, Belu, TTU bahkan keluarga dari Jawa datang ikut prosesi ini," kata Petrus.

Prosesi patung Bunda Maria ini memiliki keunikan karena hanya dilakukan dua tahun sekali yakni pada tahun genap. Prosesi patung ini mengeliling wilayah Kabupaten Malaka yang menyinggahi 17 wilayah paroki di Kabupaten Malaka.

Prosesi patung Bunda Maria ini diawali dengan misa pembukaan di pusat dekenat lalu mulai diarak ke wilayah paroki-proki selama kurang lebih dua bulan.

Patung berada di setiap wilayah paroki antara tiga sampai lima hari tergantung luas wilayah paroki.

Patung diusung oleh umat dari paroki ke paroki yang lain. Selama perarakan, umat melaksanakan doa dan bernyanyi lagu-lagu gereja. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help