Berita Kabupaten Nagekeo

Profesor Mans Mandaru TidaK Gentar Buka Prodi Baru Di STKIP NBF Mbay

Profesor Mans mengaku saat ini pihaknya sudah memiliki lahan sendiri untuk dibangun kampus STKIP NBF.

Profesor Mans Mandaru TidaK Gentar Buka Prodi Baru Di STKIP NBF Mbay
pos kupang.com, gordi donofan
Ketua STKIP Nusa Bunga Floresta Mbay, Prof. A. Mans Mandaru, M.Pd 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Bunga Floresta (NBF) Mbay, Prof. Dr. Drs. A. Mans Mandaru, M.Pd, menyebutkan, pihaknya tidak gentar untuk membuka Program Studi baru di lembaga tersebut.

Profesor Mans mengaku saat ini pihaknya sudah memiliki lahan sendiri untuk dibangun kampus STKIP NBF.

"Yang membuat kami juga tidak gentar untuk membuka Prodi baru itu karena kami sekarang secara resmi memiliki lahan yang bersertifikat yang sangat luas. Mungkin yang terbesar di Nusa Tenggara Timur. Itu menjadi sumber percaya diri dan dari situ kita akan menghasilkan uang dan cukup membangun gedung. Itu sekitar 27 Ha," papar Prof.Mans Mandaru, kepada POS KUPANG.COM, Sabtu (1/9/2018).

Animo Mahasiswa Menurun

Animo mahasiswa baru sangat menurun di STKIP Nusa Bunga Floresta.

Sampai saat ini jumlah mahasiswa hanya 411 orang.

Terdiri dari dua Prodi, Prodi Bahasa Inggris 37 orang dan Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) 374 orang mahasiswa.

"Memang selama ini menurun karena masalah wisuda ini. Sebab banyak orang menyebarkan berita bohong diluar bahwa sekolah ini tidak mewisuda karena tidak jelas. Padahal mereka lupa proses wisuda ini adalah tahapannya sangat banyak. Itu kita tidak bisa langkahi. Kita sudah luluskan, kita sudah kirim laporan ke Dikti. Tapi ada satu syarat menurut Undang-Undang Perguruan Tinggi itu, Perguruan Tinggi yang boleh meluluskan adalah Perguruan Tinggi yang sudah terakreditasi. Nah, pada bulan April dan Mei 2018 dua Prodi ini (Bahasa Inggris dan PGPAUD) sudah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional PT. Sehingga kita berani dan berhak untuk mewisudahkan ini. Itu persiapan berapa tahun. Angkatan pertama itu menunggu hampir dua tahun. Hanya banyak orang tidak tau dan banyak orang yang melihat Perguruan Tinggi lain wisuda dimana-mana. Padahal kita tahukan untuk mengamankan itu," papar Prof. Mans.

Ia mengaku terus mengingatkan mahasiswa agar bersabar menunggu waktu untuk wisuda. Proses untuk melaksanakan wisuda memang tidak mudah dan butuh waktu. Karena harus mengikuti tahapan.

"Saya ulang-ulang ingatkan kepada mereka, ijazah anda ini buat sedemikian rupa sehingga menjamin keabsahannya. Kesahaannya secara hukum harus dijamin, secara aturan, regulasi. Saya tidak mau main gila. Itu sama dengan bom bunuh diri. Kalau saya mengeluarkan ijazah saya memiliki hak bisa mengeluarkan ijazah, tapi ijazah yang saya keluarkan tanpa didukung oleh akreditasi institusi, itu sama dengan bunuh diri. Saya tidak mau mengorbankan mahasiswa. Saya tidak mau ikut Perguruan Tinggi yang mewisudakan mahasiswa dengan status abal-abal," ujar Prof. Mans.

Ia mengaku terus memberikan arahan agar lulusan STKIP NBF tidak terpengaruh dengan isu yang beredar diluar.

Lulusan STKIP NBF harus beda dan berkualitas.

"Kepada mahasiswa saya ingatkan itu, sabar saja. Begitu anda dapat ijazah, ijazah itu adalah sah. Ijazah ini sah karena format blangko ijazah itu percetakan negara, dari uang negara bukan kami buat sendiri, dan nomor ijazah itu dari dikti, nomor ijazah nasional bukan nomor yang dibuat oleh STKIP. semua nama mereka yang lulus kita upload ke Dikti, keluar merka punya hasil seluruh dari dikti. Kemudian dikti mengatakan kepada kita, ok orang ini mempunyai pinnya ini, dan punya nomor sehingga demikian tidak perlu diragukan lagi ini ijazah sah dari nasional, resmi benar. Ini mungkin yang membuat mereka sehingga animonya sskarang semakin banyak. Saya tidak peduli dengan animo yang dulu, kami disini yang kuliah satu orang pun kami beri kuliah kami menghormati manusia, saya tidak menghitung uang di perguruan tinggi termasuk perguruan negeri dibawa lima orang mereka tidak buka, tapi mereka tutup. saya disini nanti ada satu orang yang lulus tercepat itu delapan semester dia kuliah sendiri," papar Prof. Mans.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help