Berita Kabupaten TTS

KPU TTS Sosialisasi Putusan MK Terkait Penghitungan Suara Ulang Pilkada TTS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten TTS mensosialisasikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan tahapan proses penghitungan suara ulang.

KPU TTS Sosialisasi Putusan MK Terkait Penghitungan Suara Ulang Pilkada TTS
Pos Kupang/Novemy Leo
Para paslon bupati dan wakil bupati dalam pilkada TTS 2018, sebelum acara penetapan paslon di KPU TTS, Senin (12/2/2018) 

POS-KUPANG.COM | SOE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten TTS mensosialisasikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan tahapan proses penghitungan suara ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati TTS dengan cara mencocokkan formulir C1-KWK dengan formulir C1 Plano-KWK berhologram.

Kegiatan sosialisasi dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU Kabupaten TTS, Yan Ati didampingi tiga komisioner. Acara dihadiri dua calon Bupati TTS, Ampera Seke Selan dan Obed Naitboho serta calon Wakil Bupati TTS, Alexander Kase dan Army Konay. Dandim 1621/TTS Letkol Cpn Rhino Charles Tuwo dan Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessie juga hadir.

Menurut Yan Ati, dalam proses penghitungan suara ulang dengan cara mencocokkan C1-KWK dengan C1-Plano KWK berhologram hanya melihat dan mencatat angka yang ada pada kedua model format tersebut. "Angka tersebut akan kita laporkan kepada majelis hakim untuk bahas pertimbangan sebelum memutuskan perkara ini. Jadi tidak ada ruang untuk saksi pasangan calon berdebat dalam proses penghitungan suara ulang," tegas Yan Ati.

Baca: Presiden Jokowi: RI Secepatnya Ajukan Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Calon Wakil Bupati TTS, Alexander Kase kecewa dengan kinerja KPU. Pasalnya, ia menemukan beberapa segel pada kotak suara sudah dalam keadaan rusak. KPU beralasan rusaknya segel akibat terkena embun mengingat kondisi suhu di TTS sangat dingin.

"Yang menjadi pertanyaan saya apakah dengan rusaknya segel kotak suara KPU masih bisa memberikan jaminan jika isi kotak tidak diutak-atik. Saya merasa lucu dan tidak masuk logika jika KPU beralasan segel rusak karena terkena embun," ujar Kase.

Komisioner KPU TTS, Yulius Efendi Litelnoni memastikan isi kotak suara masih asli. Isi kotak suara tidak pernah diutak-atik oleh KPU TTS. Ia membantah segel kotak suara rusak akibat ulah pihak KPU. Menurutnya, rusaknya segel akibat terkena embun.

"Saat buka kotak suara beberapa waktu lalu saksi paslon juga lihat kalau rusak karena embun dan bukan kami mengada-ada. Saya pastikan isinya masih asli dan tidak ada yang berubah," tandas Yulius.

Mengenai pengamanan, Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessie menegaskan tim gabungan dari Polres TTS dan Kodim 1621/TTS bersiaga mulai dari proses persiapan hingga penghitungan suara ulang selesai.

Menurutnya sebanyak 100 personel Polres TTS setiap hari akan berjaga di Kantor KPU Kabupaten TTS. "Sudah mulai dari pembacaan putusan sela di MK pada 29 Agustus kemarin langsung kita kerahkan 100 personel kita untuk 1 x 24 jam berjaga di kantor KPU. Selain personel kita kerahkan, mobil water canon juga kita tempatkan di kantor KPU sebagai bentuk antisipasi," jelas Herman saat ditemui di Kantor KPU TTS, Jumat (31/8/2018) siang.

"Saya pastikan proses berhitungan suara ulang akan berjalan dengan aman dan lacar," tambahnya. Dandim 1621/TTS Letkol Cpn Rhino Charles Tuwo mengatakan, dua per tiga atau 120 personel Kodim 1621/TTS dikerahkan untuk mengamankan proses penghitungan suara ulang. Selain berjaga di kantor KPU TTS, personel TNI juga akan melakukan patroli keliling.

"Untuk pengamanan proses penghitungan suara ulang ini, personel kita di bawah koordinasi Polres TTS. Intinya kita mau memastikan jika proses penghitungan suara ulang berjalan aman, lancar, terbuka dan adil," kata Rhino. Ia mengimbau seluruh masyarakat TTS bersama-sama menjaga situasi yang kondusif. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help