Berita Internasional

Israel Dukung Keputusan AS Hentikan Dana Bantuan untuk UNRWA

Pemerintah Palestina menyambut langkah AS yang memutuskan untuk menghentikan pendanaan bagi badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA.

Israel Dukung Keputusan AS Hentikan Dana Bantuan untuk UNRWA
KOMPAS.com/AP
Pengungsi Palestina di Yarmuk, Suriah selatan 

POS-KUPANG.COM | TEL AVIV - Pemerintah Palestina menyambut langkah AS yang memutuskan untuk menghentikan pendanaan bagi badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA.

Israel memandang badan yang didirikan hampir 70 tahun lalu itu sebagai salah satu faktor yang melanggengkan konflik di Timur Tengah.

Bersama dengan AS, Israel menuduh badan di bawah PBB itu telah mempertahankan gagasan banyak warga Palestina adalah pengungsi yang terusir selama peperangan pada 1948 dan berhak untuk kembali ke tanah mereka.

Baca: Pelajar SMP Ini Tewas saat Mandi di Sungai

Tel Aviv pun mendukung keputusan Washington yang hingga tahun lalu masih menjadi penyumbang terbesar UNRWA, namun sejak Jumat (31/8/2018), menghentikan pendanaannya untuk badan yang dianggap telah rusak dan tak bisa dipulihkan.

"Israel mendukung langkah AS," kata salah seorang pejabat kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menolak disebutkan identitasnya, Sabtu (1/9/2018).

"Mengkonsolidasikan status pengungsi Palestina merupakan salah satu permasalahan yang telah melanggengkan konflik," tambahnya dilansir AFP.

Sementara Duta Besar Palestina untuk AS, Hossam Zomlot menuduh Washington telah mengingkari komitmen dan tanggung jawab internasional terhadap badan yang ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum PBB pada 1949.

"Dengan mendukung narasi Israel yang paling ekstrem pada semua masalah termasuk hak untuk lebih dari lima juta pengungsi Palestina, maka pemerintah AS telah kehilangan statusnya sebagai pembawa perdamaian."

"Pemerintah AS tidak hanya merusak tidak hanya situasi yang sudah bergejolak, tetapi juga prospek untuk perdamaian masa depan," ujar Zomlot.

UNRWA saat ini mendukung sekitar lima juta pengungsi Palestina yang terdaftar dan menyediakan pendidikan bagi 526.000 anak di wilayah Palestina serta kamp-kamp pengungsi di Lebanon, Suriah dan Yordania.

Namun dengan kekurangan dana dikhawatirkan UNRWA mungkin harus menutup seluruh 711 sekolah secara permanen yang dijalankannya setelah penutupan sementara baru-baru ini.

AS sebelumnya telah mengumumkan pemangkasan dana bantuan untuk UNRWA pada Januari lalu, serta memangkas bantuan untuk Jalur Gaza dan Tepi Barat pada pekan lalu sebesar 200 juta dolar (sekitar Rp 2,9 triliun). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved