Berita Kota Kupang

Ini Tujuan DPW Kokpit Lakukan Muswil dan Musda

Komite Nasional Korban Politik Timor Timur (Kokpit), sejak berdiri pada tahun 2002 sampai dengan saat ini belum pernah melakukan muswil,dan musda.

Ini Tujuan DPW Kokpit Lakukan Muswil dan Musda
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Ketua DPP Kokpit Batista Suva Kevi saat memberikan sambutan pada acara pembukaan musyawara di Ballroom Komodo, Kantor DPD RI Kota Kupang, Sabtu (1/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komite Nasional Korban Politik Timor Timur (Kokpit), sejak berdiri pada tahun 2002 sampai dengan saat ini belum pernah melakukan musyawara wilayah dan musyawara daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kokpit Batista Suva Kevi dalam acara pembukaan musyawara di Ballroom Komodo, Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI yang beralamat Jalan Polisi Militer, Kota Kupang, Sabtu (1/9/2018).

Batista mengatakan, karena belum pernah melakukan musyawara, maka baru kali ini pihaknya melakukan musyawara wilayah. Dengan melakukan musyawara, mudah-mudahan pertemuan tersebut dapat mengaktifkan kembali kepengurusan yang selama ini fakum.

Baca: Sebelum Dibawa ke Lapas, Terpidana Diana Aman Periksa Kesehatan di RSUD SK Lerik

" Karena sejak awal tahun 2009 langsung lemah lesuh dan langsung stres karena menurun semangat. Maka mulai hari ini kita melakukan musyawara. Oleh karena itu mari bersama-sama bergandengan tangan supaya rapatkan barisan sehingga kita dapat memperjuangkan wagra sipil eks tim-tim di Indonesia," kata Batista.

Batista menungkapkan, musyawara wilayah dilakukan dengan tujuan agar keberadaanya dapat sama dengan Kokpit di beberapa provinsi yang lain di NTT sehingg bisa bersama senasip dan sepenanggungan memperjuangkan bantuan untuk warga eks tim-tim.

Menurut Batista, penanganan waga eks tim-tim selama ini berlum dapat dilakukan terutama untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Hal itu karena komunikasi antara pengurus Kokpit dengan pemerintah provinsi NTT belum dilaksanakan secara maksimal.

" Makanya kita harus melakukan musyawara ini supaya kepengurusannya yang baru ada dan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Kalau setelah ini usulannya cepat maka kemungkinan besar bantuan tersebut dapat segera diberikan kepada warga eks tim-tim," katanya.

Batista mengatakan, setelah melakukan musyawara wilayah dan memilih serta pelatikan, maka kepengurusan yang baru dapat mendata ulang warga eks tim-tim yang berjumlah sebanyak 39.633 kepala keluarga.

" Datanya harus segera diurus secara akurat supaya 39.633 kk eks tim-tim segera mendapat banruan karena menteri koordinator kesejahtraan sosial sudah memperjuangkan ada bantuan dana sebesar Rp. 10 juta kepada masyarakat eks tim-tim," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help