Berita Headline Pos Kupang

Hitung Ulang Suara Mulai 3 September 2018, KPU TTS Batasi Jumlah Saksi Paslon

KPU menetapkan jadwal penghitungan ulang suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) selama 1-7 September 2018.

Hitung Ulang Suara Mulai 3 September 2018, KPU TTS Batasi Jumlah Saksi Paslon
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe

"Untuk menghemat waktu saat penghitungan suara ulang, kami akan membagi proses dalam empat panel. Oleh sebab itu, setiap pasangan calon kami batasi untuk mengutus delapan orang saksi yang diberikan mandat untuk mengikuti penghitungan suara ulang," tandas Yan Ati.

Setiap pasangan calon memberi mandat saksi kepada tiga orang. Selain itu, KPU TTS juga memberikan batasan jarak kepada masyarakat umum yang ingin menyaksikan proses penghitungan suara ulang.

"Saksi setiap pasangan calon kami batasi tiga orang, sehingga totalnya ada 12 saksi (3 saksi x 4 pasangan calon). Untuk menjaga situasi aman dan lancar, kami akan menentukan jarak bagi masyarakat umum untuk bisa menyaksikan proses penghitungan suara ulang, akan dibatasi police line (garis polisi)," kata Komisioner KPU TTS, Yulius Efendi Litelnoni.

Mengenai mekanisme penghitungan suara ulang, Yulius mengatakan, sesuai perintah MK, KPU hanya mencocokkan formulir C1-KWK berhologram dengan formulir C1 Plano-KWK berhologram.

"Kami hanya akan mencocokkan data yang ada di C1-KWK dengan C1 Plano berhologram, apa sudah sama atau belum. Patokannya C1 Plano berhologram."

Yan Ati menegaskan, saksi hanya diberikan kesempatan untuk melihat dan mendengar proses penghitungan suara ulang. KPU TTS tidak memberikan ruang untuk perdebatan.

Apabila dalam proses penghitungan suara ulang ditemukan adanya C1 Plano atau C1- KWK yang hilang atau tidak ditemukan maka akan dimuat dalam berita acara penghitungan suara sebagai pertimbangan majelis hakim MK.

"Jadi, tidak ada ruang untuk saksi paslon berdebat dalam proses penghitungan suara ulang," tegas Yan Ati.

Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Pilkada Bawaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitai akan mengerahkan kekuatan penuh untuk mengawasi penghitungan suara ulang oleh KPU TTS. Selain itu, ada tim supervisi dari Bawaslu NTT dan tim monitoring dari Bawaslu RI.

"Sesuai perintah MK, maka akan ada tim monitoring dari Bawaslu RI dan tim supervisi dari Bawaslu NTT. Kita berharap, proses penghitungan suara ulang ini bisa berjalan dengan baik," ujarnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved