Berita Pendidikan

Alumni STP Reinha Siap Jadi Pewarta, STP Reinha Lepas 43 Wisudawan

Ratusan keluarga wisudawan memenuhi Aula Kampus STP Reinha. Hadir pada acara tersebut, Dirjen Bimas Katolik RI, Eusabius Binsasi.

Alumni STP Reinha Siap Jadi Pewarta, STP Reinha Lepas 43 Wisudawan
FELIKS Janggu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Aalumni Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) siap menjadi pewarta Kerajaan Allah di tengah masyarakat. Para alumni STP Reinha akan menjadi calon guru agama Katolik yang bermutu dalam pewartaan di tengah hiruk-pikuk kemajuan teknologi dan informasi saat ini.

Demikian Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr pada sambutannya seusai memimpin perayaan ekaristi bagi para wisudawan sebelum pembukaan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Aula STP Reinha Larantuka, Jumat (31/8/2018).

Ratusan keluarga wisudawan memenuhi Aula Kampus STP Reinha. Hadir pada acara tersebut, Dirjen Bimas Katolik RI, Eusabius Binsasi, Bupati Flotim, Antonius Hubertus Gege Hadjon, Rektor Institut Keguruan dan Teknologi Larantua (IKTL),
Vinsensius Chrispinus Lemba, S.Fil, M.Pd, dan para dosen dari dua kampus, yakni STP Reinha dan IKTL Larantuka. Dua kampus tersebut berada dalam satu Yayasan Hendricus Leven.

Baca: Ini Alasan Deddy Mizwar bersedia Jadi Jubir Jokowi-Maruf

Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dipimpin Ketua STP Larantuka, Benedikta Kebingin, S.Pd, Lic.Theol. Uskup Fransiskus Kopong Kung memberikan apresiasi dan ucapan selamat berbahagia kepada para wisudawan. Uskup Frans mengatakan sebelumnya ia sudah memberi perutusan kepada ke-42 wisudawan STP Reinha Larantuka.

Setelah diwisuda, para calon guru agama Katolik tersebut sudah siap menjalankan tugas. Menurut Uskup Frans, medan pastoral sudah tersedia dan memberikan restu berupa perutusan ke tengah masyarakat. "Pergilah, wartakanlah kerajaan Allah dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah kamu peroleh," kata Uskup Frans.

Uskup Frans mengungkapkan STP Reinha Larantuka adalah buah dari perayaan lima abad Tuan Ma di Larantuka. Dia berharap STP Reinha mendidik calon guru agama Katolik yang bermutu. "Jadikanlah sekolah ini sekolah bermutu untuk mewartakan Kerajaan Allah," pesan Uskup Frans.

Baca: Lagi-lagi Prabowo Berkelakar Menyesal soal Kudeta

Dirjen Bimas Katolik, Kementerian Agama RI, Eusabius Binsasi, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah sukses menyelesaikan studi dengan baik. Binsasi meminta para wisudawan menjadi guru agama yang profesional.

Tugas guru agama, tegas Binsasi, adalah bicara tentang Tuhan. Tuhan yang meski tak tampak indera dan tak mudah dipahami tapi diyakini ada. Sebagai guru agama, kata Binsasi, tugas pokok membicarakan Tuhan meski banyak kritik gereja harus juga terlibat langsung menyelesaikan masalah ekonomi umat.

Wisuda kali ini dari dua angkatan, yakni angkatan tahun 2016/2017 dan angkatan tahun 2017/2018. Para calon Katekis Guru Agama Katolik tampak bergembira memasuki aula utama Rapat Senat Terbuka Luar Biasa. Yang mengharukan satu di antara wisudawan, Maria Golu Tenawahang meninggal dunia bulan Februari 2018.

Baca: Sebelum Dibawa ke Lapas, Terpidana Diana Aman Periksa Kesehatan di RSUD SK Lerik

Di antara 42 orang wisudawan ada kembaran almarhumah bernama Regina Waleng Tenawahang. Ia datang bersama kedua orangtuanya.

Regina tampak tenang saat hendak diwawancarai. Dia membiarkan ayahnya Nikolaus Watan Tenawahang yang menceritakan kisah saudaranya itu. Nikolaus menceritakan, pagi sebelum meninggalkan rumah ke tempat wisuda, keluarga ini menangis mengenang putri mereka. "Seharusnya dia ada di antara teman-temannya hari ini.
Saya sedih melihat ia tidak ada di sini," kata Nikolaus.

Nikolaus mengaku sedih saat kampus mengundang putrinya dalam wisuda. "Saat saya mendapat undangan wisuda atas namanya, hati saya sedih sekali, " tutur Nikolaus.

Baca: Wali Kota Malang Terpilih Curhat ke KPK, Hampir Semua Anggota DPRD Terseret Korupsi

Petani asal Kampung Kolaka, Kecamatan Tanjung Bunga, menceritakan putrinya divonis dokter sakit lupus setelah kuliah kerja nyata (KKN) tahun 2017. Selanjutnya ia diperiksa lengkap di rumah sakit dan mendapat perawatan medis. Tetapi sayangnya ia dipanggil Tuhan sebelum wisuda bersama kembarannya. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help