NTT Akan Ikuti Seluruh Mata Lomba Pesparani Nasional di Ambon Bulan Oktober 2018

Menyambut Pesparani perdana, Pemerintah Provinsi Maluku selaku tuan rumah menyelenggarakan Rapat Koordinasi

NTT Akan Ikuti Seluruh Mata Lomba Pesparani Nasional di Ambon Bulan Oktober 2018
ISTIMEWA
Paguyuban masyarakat NTT di Ambon bertemu Frans Salem dan JB Kleden di Ambon, Selasa (28/8/2018) lalu. Mereka siap menyambut kontingen Pesparani NTT Oktober 2018. 

POS-KUPANG.COM, AMBON -- Ambon siap menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional I tanggal 27 Oktober sampai 2 November 2018 yang diikuti sekitar 8.000 peserta dari seluruh Indonesia. Kontingen NTT akan mengikuti seluruh mata lomba Pesparani.

Menyambut Pesparani perdana, Pemerintah Provinsi Maluku selaku tuan rumah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornis) di gedung Catholic Center, Ambon, Selasa (28/8/2018).

"Suksesnya penyelenggaraan Pesparani menjadi sumbangan Maluku, tidak hanya bagi umat Katolik se-Indonesia, tetapi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Provinsi Maluku adalah Laboratorium Kerukunan Dunia. Di sini ada Islamic Center, Kristen Center, Catholik Center dan Hindu Centre. Juga akan dibangun perkampungan multikultural dan multireligius," kata Gubernur Maluku, Said Assagaf ketika membuka Rakornis.

Baca: Ingin Memiliki Pasangan Setia, Pilihlah Orang Dengan 4 Zodiak Ini, Dijamin

Gubernur Maluku meminta Panitia Pelaksana di bawah koordinasi Wakil Gubernur, Zeth Sahuburua, melakukan berbagai upaya maksimal bagi suksesnya Pesparani.

Hadir dalam Rakornis ini seluruh jajaran SKPD Provinsi Maluku, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi se-Indonesia dan para Kakanwil Agama. Hadir juga Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, Uskup Amboina, Mgr. Mandagi, Ketua LP3KN, Adrianus Meliala.

Paguyuban masyarakat NTT di Ambon bertemu Frans Salem dan JB Kleden di Ambon, Selasa (28/8/2018) lalu. Mereka siap menyambut kontingen Pesparani NTT Oktober 2018.
Paguyuban masyarakat NTT di Ambon bertemu Frans Salem dan JB Kleden di Ambon, Selasa (28/8/2018) lalu. Mereka siap menyambut kontingen Pesparani NTT Oktober 2018. (ISTIMEWA)

Dari NTT hadir Ketua LP3KD NTT, Fransiskus Salem, dan Kepala Bidang Urusan Agama Katolik, JB Kleden, mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama NTT.

Ada 12 mata lomba dalam Pesparani yakni Paduan Suara Gregorian Dewasa, Gregorian Anak, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Wanita Dewasa, Pria Dewasa, Paduan Suara Dewasa Campuran, Mazmur Anak, Remaja, Dewasa, Cerdas Cermat Anak, Remaja dan Lomba Bertutur Kitab Suci. "Provinsi NTT mengikuti seluruh mata lomba dan bertekad memberikan yang terbaik," kata Fransiskus Salem.

Baca: 10 Drakor alias Drama Korea Tentang Percintaan di SMA dan Kampus Terbaik, Asli Bikin Baper

"Persiapan kita sudah sampai sekitar 60 persen. Kendala terbesar tentu pada soal dana karena tidak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk memberangkatkan 300 orang ke Ambon PP. Namun saya yakin semuanya akan berjalan baik karena seperti dikatakan Bapak Penjabat Gubernur ketika kami berkoordinasi, Tuhan tidak pernah terlambat dan tidak pernah salah. Maka kita berusaha, termasuk dukungan politik dan dukungan non politik, baik dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kotayang menjdi wakil NTT," katanya.

Adapun duta daerah yang akan mewakili Provinsi NTT di laga Pesparani Nasional adalah Kota Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Lembata, Flotim, Sikka, Manggarai Barat dan Sumba Barat.

Dalam rilis kepada Pos Kupang, Kamis (30/8/2018), JB Kleden menjelaskan, dirinya bersama Fransiskus Salem sempat bertemu paguyuban masyarakat NTT di Kota Ambon, Selasa lalu. Mereka siap menyambut kontingen NTT.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help