Berita Gempa Lombok

Menteri PUPR Memberangkatkan Relawan CPNS Bantu Pascagempa Masyarakat NTB

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melepas CPNS Kementerian PUPR yang merupakan bagian dari 400 relawan akan membantu masyarakat NTB pascagempa

Menteri PUPR Memberangkatkan Relawan CPNS Bantu Pascagempa Masyarakat NTB
(ANTARA/M Razi Rahman)
Ratusan relawan CPNS Kementerian PUPR yang akan membantu masyarakat pascagempa di Nusa Tenggara Barat, di depan pesawat Hercules yang akan membawa mereka. Relawan CPNS tersebut dilepas secara resmi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat pagi (31/8/2018). 

POS KUPANG.COM -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melepas para CPNS Kementerian PUPR yang merupakan bagian dari 400 relawan yang akan membantu masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) pascagempa beberapa waktu lalu.

"Khususnya CPNS yang akan melakukan ibadah kemanusiaan di NTB, kalian akan mendampingi masyarakat yang terkena dampak bencana gempa bumi," kata Basuki Hadimuljono dalam acara pelepasan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat.

Baca: Harga Mente di Repi Turun Menjadi Rp 19.000 dari Harga Tp 22.000 ! Ini Pemicunya

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 31 Agustus 2018, Aquarius Boros, Leo Dapat Proyek Baru

Menteri PUPR berpesan agar mereka dapat menjaga kredibilitas institusi Kementerian PUPR, menjaga kekompakan sopan santun, dan harus dapat bekerja sama dengan baik dengan pihak lainnya di sana.

Para relawan harus dapat membimbing masyarakat yang terkena dampak gempa di kawasan bencana agar dapat membangun rumah yang lebih baik.

Sementara itu, ketika ditemui sebelum acara, seorang relawan CPNS, Andre Arifin (29) menyatakan tugas mereka adalah membangun kembali infrastruktur di kawasan yang terkena dampak gempa.

"Motivasinya adalah membangun infrastruktur di Lombok khususnya perumahan," kata lelaki asal Sumatra Barat ini.

Baca: BERITA POPULER, Ramalan Zodiak, Alasan Pesilat Hanifan Peluk Jokowi Prabowo

Baca: VIDEO: Army Terpukau, Aksi Member BTS Jimin, Jungkook Dan J-Hope Lakoni IDOL Challenge


Relawan lainnya, Dolly Immanuel (25) mengemukakan, spesifikasi yang akan dikerjakan di sana adalah membantu membangun rumah hasil rancangan teknologi Kementerian PUPR.

Rumah tersebut dikenal sebagai Risha, atau Rumah Instan Sederhana Sehat, yang lebih mudah dibangun daripada rumah pada umumnya, serta memiliki keunggulan antara lain lebih tahan gempa.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan pemerintah akan mengirimkan 400 insinyur muda CPNS untuk mendampingi masyarakat membangun sekitar 74.000 rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak di Pulau Lombok.

"Setelah gempa bumi, saatnya NTB bangkit kembali. Perbaikan rumah yang rusak akan kita mulai pada 1 September 2018. Pemerintah mengirimkan 400 insinyur muda CPNS untuk mendampingi masyarakat membangun sekitar 74.000 rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak di Pulau Lombok," cuit Presiden Jokowi pada 29 Agustus 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

Melalui akun twitter pribadi, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah akan mengirimkan 400 insinyur muda untuk mendampingi masyarakat membangun kembali rumahnya. Terdapat kurang lebih 74.000 rumah tahan gempa yang akan dibangun di NTB.

Baca: MC James Corden Tantang KPop BTS Ikut Carpool Karaoke, Begini Reaksi Army

Baca: Ketemu Bangunan Bekas Toilet, Perempuan Ini Ubah Jadi Seperti Ini, Tak Disangka


Sebelumnya, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga dalam acara diskusi "Rekonstruksi Fasilitas Dasar Pascagempa Lombok 2018" di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (27/8), memaparkan bahwa tugas Kementerian PUPR adalah mendampingi warga agar rumah yang dibangun kembali dapat dipertanggungjawabkan secara teknis bila terjadi gempa lagi pada masa mendatang.

Pada tahap awal, ujar dia, pihaknya sudah melakukan pelatihan tetapi karena yang dihadapi cukup besar sehingga memerlukan waktu seperti untuk merekrut fasilitator guna mendampingi tim PUPR kepada warga yang membangun rumahnya.

Dirjen Cipta Karya juga mengingatkan bahwa ditemui kebanyakan rumah yang roboh karena tidak memenuhi kaidah struktur yang baik seperti ada rumah yang tidak memiliki tiang atau besi tulangan. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help