Berita Kabupaten Nagekeo

KPU Nagekeo Undang Parpol Ini untuk Klarifikasi Tanggapan Masyarakat Soal DCS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nagekeo sudah mengundang Partai Garuda untuk memberikan klarifikasi terkait tanggapan DCS oleh masyarakat.

KPU Nagekeo Undang Parpol Ini untuk Klarifikasi Tanggapan Masyarakat Soal DCS
POS KUPANG/ADHIANA AHMAD
Ketua KPU Kabupaten Nagekeo, Wigbertus Ceme 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nagekeo sudah mengundang Partai Garuda untuk memberikan klarifikasi terkait tanggapan DCS oleh masyarakat.

Di Nagekeo hanya ada satu tanggapan masuk ke KPU soal DCS. Yaitu tanggapan Bacaleg dari Partai Garuda.

Sampai saat ini Partai Garuda belum memenuhi undangan KPU.

"Kami sudah mengundang Partai Garuda secara resmi kemarin (Rabu, 29/8/2018) tapi belum datang," ujar Ketua KPU Nagekeo, Wigbertus Ceme, kepada POS KUPANG.COM, Kamis (30/8/2018).

Wigbertus mengaku pihaknya juga sudah melakukan komunikasi non formal dengan Partai Garuda.

Dan Parpol mengakui satu diantara DCSnya diduga terlibat korupsi.

"Komunikasi non formal sudah dikomunikasikan dengan partai Garuda dan mengakui bahwa salah satu DCSnya terlibat pidana korupsi. Ini sesuai dengan hasil klarifikasi KPU ke Kupang," ujar Wigbertus.

Sementara Juru bicara KPU Nagekeo, Aloysius Kaki, mengatakan, KPU Nagekeo masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menanggapi sampai dengan tanggal 31Agustus 2018 untuk menyampaikan tanggapan terkait DCS.

"Jika ada akan segera kita respon berkaitan dengan laporan tersebut yang penting perlu lampirkan identitas diri berupa foto kopi KTP dan bukti jika ada dan menguatkan misalnya Napi korupsi atau yang lainnya akan kita coret dan menyatakan tidak memenuhi syarat. Sejauh ini masih dari parpol konsultasi terkait nama dan gelar yang belum sempat KPU masukan kedalam DCS berkaitan dengan itu kita akan lihat kembali dokumen yang bersangkutan," ujar Wisky.

Ia mengaku akan mengundang Parpol yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atas tanggapan masyarakat.

"Masih pada tahap klarifikasi dulu kalau benar baru kita panggil Parpolnya.Ya, sebenarnya bukan dari warga tapi dari pengurus parpolnya, karena mereka juga ada masukan dari warga. Jadi masukan ini bukan hanya dari warga masyarakat ke KPU  tetapi warga ke parpol juga sehingga diharapkan kerjasama dari semua pihak," ujar Wisky.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved