Berita Kabupaten Sikka

Kenapa University Of Bern Dipilih Riset Rabies di Sikka?

Status daerah endemik rabies di Kabupaten Sikka, Pulau Flores,Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan hanya menarik bagi periset

Kenapa   University  Of  Bern  Dipilih  Riset Rabies  di  Sikka?
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Anjing Rabies 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Status daerah endemik  rabies di  Kabupaten  Sikka,  Pulau   Flores,Propinsi Nusa  Tenggara Timur (NTT)  bukan  hanya menarik  bagi  periset melakukan  penelitiannya.

Sikka  menjadi satu-satunya  tempat di  Benua Asia  dipilih selain  Uganda  dan  Chat di Benua Afrika dan   Guantanamo  di Benua  Amerika   (Latin).

“Sikka  dipilih  bukan  hanya karena endemik  rabies,  tapi  juga   latar  sosial cultura dan  ekonomoi  dari anjing dengan  masyarakatnya,” kata Dr. Ewaldus  Wera, dari  Program  Pendidikan Kesehatan  Hewan  Politani  Negeri  Undana  Kupang,  bersama    Charlotte  Warembourg dari Veterinary Public Health  Institute University Of  Bern  Swiss.  Selama sebulan  keduanya melakukan riset anjing  di  Sikka.

Riset ini, kata  Ewaldus  juga mengetahui trend  terbentuknya kekebalan anjing yang  telah disuntik  vaksin anti  rabies. Karena itu sejak  disuntik  vaksin diikuti  perkembangannya mulai  hari pertama,  30 hari, tiga bulan,enam bulan dan  satu  tahun. 

Apabila kekebalan  yang terbentuk  0,5  IU sesuai standar  WHO maka  kekebalan di dalam  tubuh anjing itu aman. Apabila kekebalan  yang terbentik dibawah  0,5 IU  diketegorikan  tidak aman.(*)

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved