Berita Kabupaten Sikka

Ironi, Kementan RI Kurangi Vaksin Rabies untuk Daerah Endemi di Sikka

Pengurangan alokasi vaksin rabies untuk Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ironi

Ironi,  Kementan  RI  Kurangi  Vaksin  Rabies untuk  Daerah  Endemi  di Sikka
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi tenaga medis memberikan vaksin. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Eueginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Pengurangan alokasi  vaksin  rabies  untuk Kabupaten Sikka di  Pulau  Flores,  Propinsi Nusa Tenggara  Timur  (NTT)  menjadi  ironi  ketika    Sikka  dan semua   daerah  di  Pulau  Flores masih  berstatus endemi  rabies.

Selama  tahun 2017 sampai   bulan  Agustus  2018,  spesimen  rabies  positif  meningkat  pesat  dari  11  spesimen  positif menjadi  29  spesimen positif.

“Kami   dari Komisi  III  DPRD  Sikka akan agenda untuk dialog  tanyakan vaksin  rabies dengan  Kementrian Pertanian  RI  di Jakarta.   Pemerintah dan DPRD  mesti tahu persis  alasan pengurangan  alokasi  vaksin  rabies untuk Sikka,” ujar  Ketua  Fraksi Partai  Nasdem  DPRD  Sikka, Siflan Angi, kepada  POS-KUPANG.COM, Jumat (31/8/2018)  di Maumere.

Penjelasan  pemerintah pusat, kata  Siflan  dibutuhkan sebagai   referensi  bagi  pemerintah  daerah dan  DPRD  menentukan langkah  selanjutnya.   

“Ketika  pembahasan anggaran  bersama pemerintah di  Badan Anggaran  DPRD  Sikka, saya   pernah tanyakan pengurangan anggaran  pengadaan  vaksin.  Pemerintah   menyatakan stok  vaksin  yang tersedia masih  cukup  dan mendapat  bantuan  dari pemerintah  pusat.  Kenyataan  jatah  vaksin  untuk  Sikka  telah dikurangi,” ujar Siflan, kepada  POS-KUPANG.COM, Jumat (31/8/2018) di Maumere

Menurut Siflan,   pemerintah  dan  DPRD  Sikka  harus menjelaskan dan menyakinkan  Kementrian  Pertanian  RI  bahwa  status  endemi  rabies  di  Sikka belum dicabut. Faktanya bisa  dipertanggungjawabkan, spesimen positif  rabies   semakin  banyak.

“Selama bulan Januari sampai  Agustus  2018  ditemukan  29  spesimen  positif  rabies.  Pertumbuhanya  lebih dari 100 persen dari tahun  2017 sebanyak 11  spesimen positif,” tandas  Siflan. 

Fakta  ini, demikian  Siflan, menantang  semua   warga Sikka.  Rabies  musuh bersama  semua  orang. Siapa saja dan  kapan saja bisa menjadi korban  gigitan anjing. (*)

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help