Berita Nasional

8 Bulan, 71 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia, Terbanyak dari Flores Timur

Dalam rentang waktu delapan bulan, mulai dari Januari hingga Agustus 2018, sebanyak 71 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT meninggal di Malaysia.

8 Bulan, 71 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia, Terbanyak dari Flores Timur
KOMPAS.com/ERICSSEN
Ilustrasi TKI 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dalam rentang waktu delapan bulan, mulai dari Januari hingga Agustus 2018, sebanyak 71 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT meninggal di Malaysia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Siwa mengatakan, sebagian besar TKI yang meninggal, ilegal.

"Dari 71 TKI yang meninggal tersebut, hanya dua orang yang proses pemberangkatan secara resmi atau legal," ungkap Siwa kepada Kompas.com, Kamis (30/8/2018) malam.

Baca: Setubuhi Anak Tirinya, Petani Ini Dibekuk Polisi

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 31 Agustus 2018, Aquarius Boros, Leo Dapat Proyek Baru

Dua orang TKI yang legal tersebut yakni Regina Da Silva asal Kabupaten Belu dan Bayu Abraham Nengo asal Kabupaten Kupang.

Regina dan Bayu, masih dalam hubungan kerja dengan majikan saat meninggal. Karenanya BP3TKI Kupang telah mengajukan santunan asuransi.

Penyebab kematian puluhan TKI itu, sambung Siwa, beragam. Kecelakaan laut 8 orang, kecelakaan lalulintas 2 orang, kecelakaan kerja 3 orang, dipagut ular 1 orang, dan penyiksaan 1 orang.

Selanjutnya melahirkan 1 orang, pembunuhan 1 orang, sakit 43 orang dan tidak diketahui penyebab kematian berjumlah 11 orang.

TKI yang paling banyak meninggal, lanjut Siwa, berasal dari Kabupaten Flores Timur. Kemudian Malaka, Ende, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Sikka, Belu, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sumba Barat, Manggarai Timur, Kota Kupang, Lembata dan Ngada.

Baca: VIDEO: Army Terpukau, Aksi Member BTS Jimin, Jungkook Dan J-Hope Lakoni IDOL Challenge

Baca: MC James Corden Tantang KPop BTS Ikut Carpool Karaoke, Begini Reaksi Army

Dua orang TKI yang baru meninggal yakni Roy Marten Kasiwali asal Desa Sanggarhorho, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende dan Daniel Moronniku Kolin, asal Desa Kenere, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur.

Roy, sambung Siwa, meninggal pada 25 Agustus 2018, karena terjatuh saat sedang bekerja. Sedangkan Daniel meninggal pada 26 Agustus 2018 akibat sakit darah tinggi dan diabetes.

Keduanya meninggal di Selangor, Malaysia. "Jenazah kedua TKI ini sudah tiba di Bandara El Tari Kupang Kamis siang dan selanjutnya diterbangkan ke Maumere, Kabupaten Sikka," ucapnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved