Berita Nasional

Terkait Data BPS, Puan Tangkis Tudingan Sandiaga Uno, Begini Penjelasannya

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menangkis tudingan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Terkait Data BPS, Puan Tangkis Tudingan Sandiaga Uno, Begini Penjelasannya
KOMPAS.com/DOK Kemenko PMK
Menko PMK, Puan Maharani saat menonton Timnas Basket Putera Indonesia bertanding melawan Tim Korea Selatan, di Hall Basket Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (15/8/2018) malam. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menangkis tudingan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Kemarin, Rabu (30/8/2018), saat berkunjung ke Menara Kompas, Sandiaga menuding pemerintah ikut campur mengontrol data-data di Badan Pusat Statistik ( BPS) terkait kemiskinan dan pengangguran.

Pengontrolan data itu, kata dia, membuat tingkat kemiskinan dan pengangguran seolah-olah turun, padahal berbeda dengan kenyataan di lapangan.

Baca: Menkominfo Minta Para Pendukung Capres Tak Baperan

"Kami tetap berpegang kepada data BPS karena BPS juga punya kredibilitas yang harus kita akui," ujar Puan di Kantor BMKG, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Puan melanjutkan, BPS adalah badan statistik yang bekerja sesuai aturan-aturan dan standar-standar yang bisa dipertanggung jawabkan.

Dengan rekam jejak BPS, Puan yakin badan statistik nasional itu memiliki kredibilitas sehingga berbagai hasil survei dan penelitiannya bisa dipercaya dan dipertanggung jawabkan.

"Kalau badan statistik nasional enggak kita akui, ya kita mau pakai (data) mana lagi? Karena itu lah yang menjadi acuan dan saya rasa kredibiltas dari BPS itu kita pegang kebenarannya," kata dia.

Sebelumnya, Sandiaga mencontohkan data soal kemiskinan yang diklaim menurun ke angka 9,82 persen atau setara dengan 25,95 juta orang per Maret 2018.

Ini pertama kalinya persentase penduduk miskin di Indonesia pada level single digit. Namun, Sandiaga mempertanyakan patokan garis kemiskinan yang ditetapkan, yakni Rp 401.220 per kapita per bulan, atau sekitar Rp 13.374 per hari.

"Apa realistis orang di zaman sekarang bisa hidup dengan Rp 13.000 per hari?" kata Sandiaga.

Lalu mengenai tingkat pengangguran yang menurun, Sandiaga juga menegaskan bahwa hitung-hitungan BPS masih mentah.

BPS mencatat terjadi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dari Februari 2017 sebesar 5,33 persen jadi 5,13 persen pada Februari 2018. Namun Sandiaga menilai, BPS hanya mengukur tingkat pengangguran terbuka tanpa melihat kualitas pekerjaannya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved