Berita Kabupaten Sikka

Specimen Rabies Positif Tertinggi, Warga Enggan Vaksinasi Anjing

Dinas Pertanian dan Perkebunan dan Peternakan Sikka menyebut tingginya specimen positif rabies selama Januari-Agustus 2018 tertinggi

Specimen Rabies Positif  Tertinggi,  Warga  Enggan Vaksinasi  Anjing
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Anak di Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, korban gigitan anjing diduga rabies April 2018. 

Laporan  Wartawan  Pos-kupang.com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Dinas  Pertanian dan Perkebunan dan Peternakan  Sikka  menyebut tingginya specimen  positif  rabies  selama  bulan  Januari-Agustus  2018,  tertinggi  dari  tahun-tahun sebelumnya.

“Salah satu yang utama  harus  ada  kemauan baik masyarakat memelihara anjing sesuai anjuran. Selama mereka   tidak mematuhi saran   dan nasehat kita,  kasus ini  akan sulit  dibendung, meski  pemerintah  gencar melakukan  vaksinasi anjing,” kata  Kepala Dinas  Pertanian dan Perkebunan dan Peternakan  Sikka,  Ir.Hengky  Sali, kepada  POS-KUPANG.COM,  Kamis  (30/8/2018)  di Maumere.

Baca: Ada Sekolah Belum Selesai Laksanakan Imunisasi MR di Nagekeo. Ini Penyebabnya

Menurut Hengky, tugas pemerintah  terus-menerus  melakukan sosialisasi secara terpadu dengan instansi terkait dan vaksinasi rabies untuk pencegahan meluasnya penyakit rabies.  Dinas Kesehatan menyediakan  VAR kepada  korban gigitan.

Ia  mengatakan, salah satu hasil  rakor rabies beberapa hari lalu dalam Peringatan Hari Rabies Se-dunia, 28 September 2018 akan dilakukan  sosialisasi melalui talk show  di  radio, lomba mewarnai. Puncak acara 28 September diadakan seminar.

“Kalau di  tingkat  lapangan, partisipasi masyarakat masih rendah. Masih  ada  warga  yang  tidak mau anjingnya divaksin,”  kata Hengky.  *


Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help