Berita Kabupaten Sikka

Perilaku Pemilik Anjing Ikut Dorong Kenaikan Sebaran Rabies

Akademisi dari Program Studi Kesehatan Hewan Politeknik Negeri Kupang mengatakan partisipasi pemilik anjing menyerahkan anjingnya

Perilaku Pemilik  Anjing Ikut Dorong Kenaikan Sebaran  Rabies
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi tenaga medis memberikan vaksin. 

Laporan  Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Akademisi   dari  Program Studi Kesehatan  Hewan Politeknik Negeri  Kupang, Dr.Ewaldus Wera  mengatakan  partisipasi  pemilik anjing menyerahkan anjingnya disuntik  vaksin  anti  rabies  ikut menentukan  naiknya temuan spesimen positif rabies di  Kabupaten  Sikka,  Pulau Flores, Propinisi  Nusa  Tenggara  Timur   (NTT).

“Kami  alami ketika  ikut   ke  lapangan. Anjing yang ada di  depan mata  mereka  (pemilik) dibilang  bukan anjingnya. Perilaku pemilik  hewan belum sadar akan  bahaya  virus  rabies,”  ujar  Ewaldus, kepada   POS-KUPANG.COM, Kamis (30/8/2018)  di Maumere.

Ewaldus  hadir  di Maumere  melakukan  riset  rabies bersama Charlotte Warembourg, utusan  Veterinary  Public Health  Institute University  of Bern,  Swiss. 

Kepala Bidang Kesehatan  Hewan Dinas Pertanian  Perkebunan dan Peternakan  Kabupaten Sikka,   drh.Margaretha Siko, mengatakan  alokasi  vaksin rabies  dari  Kementrian  Pertanian  RI  ke  Sikka  berkurang  50  persen berdampak  meningkatnya temuan spesimen  rabies positif. 

Selama  2012-2014, alokasi   vaksin  rabies untuk  Sikka sebanyak  80.000  dosis   telah berkurang menjadi 33 ribu  dosis atau  50 persen  sejak  2015 sampai  2018.

Jumlah  populasi  hewan  penular  rabies  (HPR)   terdata  tahun 2017 sebanyak  54  ribu ekor dengan asumsi HPR yang  tidak terdata 10  persen  atau total 64  ribu  ekor.

Tahun  2018, vaksin  dialokasikan  33 ribu  dosis.   Tetapi,  biaya operasional  hanya untuk  12 ribu ekor.  Vaksin yang telah dikirim 21  ribu dosis  dan yang sudah  terpakai   12.120  dosis.    

Metha,  sapaan  Margaretha  menambahkan  Perda  Kabupaten   Sikka Nomor 4  Tahuan  2014  tentang  penangangan  rabies di Sikka  belum  diterapkan.  Sejak diberlakukan  belum satupun  pemilik  anjing terjerat sanksi  hukum  kurungan  badan enam bulan  penjara dan denda  Rp 50  juta. (*)

 


Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved